180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Gubernur DIY sekaligus Raja Ngayogyakarta saat menyaksikan aktivitas penambangan pasir yang merusak alam, Sabtu (11/9/2021). /Ist-Dok pribadi
Harianjogja.com, SLEMAN- Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta dinas terkait untuk menutup penambangan pasir ilegal di sekitar lereng Merapi. Selain merusak alam, penambangan pasir ilegal tersebut sudah berdampak kesulitan warga mencari akses air bersih.
"Ingsun kagungan kersa : Gunung bali gunung, kuwi opo sing bisa tak andhareke marang sliramu kabeh, muga-muga bisa kelaksanan [Saya punya keinginan: gunung kembali menjadi gunung. Itu apa yang bisa saya umumkan pada kalian semua, semoga bisa terlaksana]," ujar Raja Ngyogyakarta Hadiningrat tersebut di hadapan sejumlah warga dan kelompok tani saat beranjangsana di Aula Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Sabtu (11/9/2021).
Pertemuan Sultan dengan warga di Aula Kalurahan Hargobinangun juga dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Lurah Hargobinangun Amin Sarjito.
Baca juga: Kaliurang Tutup, Wisatawan Tetap Berdatangan karena TPR Tak Dijaga
Sultan menginginkan gunung harus dikembalikan sebagaimana mestinya gunung di mana bentang alam lereng Merapi yang awalnya gunung harus kembali menjadi gunung. Hal itu diucapkan Sultan selepas berkeliling meninjau dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir secara sembrono.
Dalam kunjungannya ke lereng Merapi, Sultan mengajak permaisurinya GKR Hemas dan putri keduanya GKR Condrokirono serta cucunya, RM Gusti Lantika Marrel Suryokusumo. Kunjungan yang dilakukan tanpa protokoler itu dimanfaatkan Sultan untuk berkeliling di sejumlah lokasi penambangan.
Mereka menggunakan mobil berpenggerak empat roda, menjelajahi kawasan lereng Merapi. Sultan menyaksikan sendiri lokasi-lokasi penambangan yang rusak yang selama ini tersembunyi. Di antara lokasi yang dikunjungi adalah, Kali Gendol, Kali Opak, Kali Kuning baik di Umbulharjo, Argomulyo, Glagaharjo, Kepuharjo, Cangkringan.
Baca juga: Uji Coba Pembukaan Wisata di DIY Diharapkan Berdampak ke Wisata Lain
Selama lebih dari empat jam berkeliling, Sultan menemui berbagai elemen masyarakat terdampak pertambangan. "Warga sudah lama mengalami kesulitan air akibat muka air tanah yang turun karena penggalian lokasi tambang. Apalagi yang ditambang ini statusnya adalah Sultan Ground, kami nyuwun dhawuh Ngarsa Dalem," ungkap seorang warga yang hadir.
Sejumlah perwakilan kelompok tani Hargobinangun memohon kepada Sultan untuk menutup penambangan, terutama yang ada di Kali Kuning. "Penambangan pasir dengan alat berat di lereng Merapi mohon segera dihentikan, Ngarso Dalem," pinta perwakilan Paguyuban Peduli Kali Kuning, Nur Ahmad, kepada Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Volkswagen ID. ERA 8X meluncur di China dengan harga promosi mulai Rp552 juta. SUV EREV ini menawarkan jarak gabungan 1.602 km dan jarak listrik 451 km.
YG Entertainment mengumumkan BABYMONSTER merilis DESERVE pada 23 Oktober dan TREASURE meluncurkan SHOCK pada 2 November 2026. Dua grup baru juga disiapkan.
Delapan PPPK Paruh Waktu Kulonprogo memilih tidak memperpanjang kontrak. Pemkab memastikan tidak merekrut pengganti dan masih menunggu aturan alih status.
KPK menahan lima tersangka hasil OTT di lingkungan BNPB yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa serta dana siap pakai kebencanaan.
Debit sumber air menyusut akibat kemarau panjang, penyaluran air bersih di Gunungkidul melambat. BPBD telah menyalurkan ribuan tangki air.