Sultan HB X Keberatan dengan Banyaknya Bus Wisata: Mau Bikin Jogja Merah Lagi?

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
13 September 2021 16:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X keberatan dengan keberadaan sejumlah bus pariwisata yang masuk ke Kota Jogja di tengah pemberlakukan PPKM Level 3. Menumpuknya wisatawan di Kota Jogja, terutama Malioboro, dikhawatirkan membuat DIY menjadi zona merah lagi.

Sultan HB X mengatakan Pemda DIY telah menyosialisasikan ke berbagai pihak bahwa destinasi wisata di Jogja masih tutup seperti halnya provinsi lain di Jawa. Namun, bus wisata masih saja berdatangan.

BACA JUGA: Terkejut Lihat Dampak Tambang Merapi, Sultan HB X: Ini Keserakahan

“Ya terus piye [Terus bagaimana]? Kami kan juga sudah memberi tahu semua pihak bahwa, wisata di Jogja sama dengan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah tidak buka kan sama. Tetapi kenapa berangkat ke Jogja? Untuk memenuhi Jogja, kenapa? Sedangkan semua kebijakan PPKM se-Jawa Bali itu ditutup semua,” katanya di Kompleks Kepatihan, Senin (13/9/2021).

Pada Minggu (12/9/2021) sejumlah bus banyak yang masuk ke Jogja. Lantara kawasan parkir yang dekat dengan Malioboro masih banyak tutup, banyak bus diparkir di sekitar Jalan Gedongkuning atau wilayah perbatasan antara Bantul dengan Kota Jogja.

Sultan menyinggung soal kemungkinan biro perjalanan wisata yang membuat program membawa wisatawan ke Jogja. Mestinya biro perjalanan tersebut bisa memahami wisata di DIY masih tutup sehingga tidak nekat membawa bus masuk ke Jogja. Ia menilai seharusnya semua biro perjalanan wisata belum bersedia mengangkut wisatawan ke Jogja karena semua destinasi masih tutup.

“Kenapa travel biro [biro perjalanan wiisata] mereka membuat program untuk mengangkut, bersedia mengangkut wisatawan dari tempat mereka [ke Jogja] sedangkan tahu kalau semua travel biro mestinya close, karena semua objek itu ditutup. Kenapa mereka juga berbisnis datang, kepentingane apa? [kepentingannya apa?]," ujarnya.

Karena destinasi wisata banyak belum dibuka, akhirnya wisatawan banyak menuju Malioboro. Sultan khawatir tumpah ruahnya wisatawan di masa transisi PPKM ini bisa membuat Jogja kembali ke zona merah.

“Akhirnya karena tutup kabeh disuntakke [tumpah ruah] nang [ke] Malioboro, ini karepan men merah [menginginkan Jogja jadi zona merah lagi]? atau maunya apa, kita enggak tahu. Kan tahu kalau travel biro di Jawa itu tahu juga, yang punya bus kan tahu kalau semua tutup tetapi toh setiap weekend mengirim wisatawan [ke Jogja] maunya apa?” ucapnya.

BACA JUGA: Serangan Monyet di Gunungkidul Sulit Terkendali, Senapan Tak Mempan

Sekda DIY KadarmantaBaskara Aji mengatakan di tengah masa transisi PPKM Level 3 ini terpenting harus mencegah dan menjaga keselamatan warga DIY agar tidak terkonfirmasi positif Covid-19. Terkait banyaknya wisatawan yang masuk ke Malioboro, berbagai upaya sudah dilakukan baik dari Pemkot Jogja maupun Pemda DIY dengan mengupayakan keselamatan warga dan pengunjung.

Baskara Aji meminta agar wisatawan yang datang mematuhi prokes dengan ketat. Jika ada pertokoan maupun warung makan yang didatangi wisatawan maupun warga yang tidak taat prokes sebaiknya jangan diterima.

“Sebenarnya, kalau masyarakat tidak patuh prokes itu kebangetan, karena kita [DIY] sudah menerima dengan baik. Hanya minta mereka [wisatawan pakai masker, cuci tangan saja kok angel [susah]. Sebaiknya warga di Malioboro, penjaga toko saya harapkan jangan ikut tamu yang tidak pakai masker,” katanya