Selamat! Pemda DIY Raih Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka

Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengikuti acara penganugerahan dalam acara Gemilang Perpustakaan Nasional yang digelar secara virtual di Kanal YouTube Perpustkaan Nasional RI pada Selasa (14/9/2021)-Harian Jogja - Ujang Hasanudin.
14 September 2021 21:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY mendapat sejumlah penghargaan dari Perpustakaan nasional (Perpusnas) RI, salah satunya diberikan untuk Gubernur DIY Sri Sultan HB X dengan penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka katagori Lifetime Achievment atas dedikasi dan sumbangasih terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pihak-pihak yang dianggap memberikan kontribusi besar bagi pengembangan perpustakaan, literasi, dan minat baca di daerahnya. Selain itu Sultan juga di anggap berhasil meningkatkan kegemaran membaca masyarakat DIY, karena nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat DIY tertinggi se-Indonesia pada 2020 lalu.

Penghargaan ini diberikan dalam acara Gemilang Perpustakaan Nasional yang digelar secara virtual di Kanal YouTube Perpustkaan Nasional RI pada Selasa (14/9/2021). Selain penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka, DIY juga mendapat predikat Juara II pada Lomba Bertutur Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2021 atas nama Binar Mutiara Yahya dari SDN Ungaran 1 Jogja.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Perpustakaan Nasional RI atas lifetime achievement award Nugra Jasa Dharma Pustaloka. “Ini adalah sebuah amanah bagi saya, untuk senantiasa mengembangkan kualitas budaya baca warga DIY,” kata Sultan.

Menurut Sultan, dalam bahasa Jawa krama inggil, membaca dikenal dengan istilah maos. “Maos tumuju rumaos, maka membaca dapat dipahami sebagai upaya membentuk insan yang tidak hanya cendekia, namun juga peka terhadap lingkungan, berlandaskan pada budi pekerti dan kearifan lokal yang melingkupinya,” ujar Sultan.

Sultan berharap ke depan, perpustakaan dapat berperan lebih besar dalam upaya mencapai tataran masyarakat yang literat dan sejahtera. Perpustakaan dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat yang inklusif, serta menjadi inkubator future skills, dengan dukungan pustakawan sebagai penggawanya.

Lebih lanjut Sultan berujar bahwa apa yang lakukannya selama ini dalam upaya pengembangan perpusatkaan di DIY dengan memberikan pembinaan dan bantuan bagi perpustakaan dan pustakawan baik perpustakaan yang ada di kampus, di organisasi perangkat daerah (OPD), di sekolah, maupun perpustakaan di tingkat desa.

Selain pembinaan dan bantuan, Pemda DIY juga melakukan pengembangan perpustakaan melalui digitalisasi dan terintegrasi dari satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya di DIY. Sehingga apabila ada seorang pembaca yang ingin mencari buku di perpustakaan atau mengembalikan tak perlu datang ke keperpustakaan di mana buku itu di simpan di perpustakaan, tapi cukup memberi tahu perpustakaan yang dekat dengan rumah nanti buku itu akan diantarkan ke tempat dimana masyarakat itu ingin meminjam, demikian juga mengembalikan cukup ke perpustakaan terdekat.

BACA JUGA: Disebut Tidak Kulonuwun ke Pemdes, Ini Bantahan Pengelola Wisata Litto

“Ini untuk menggugah masyrakat untuk punya kemauan membaca sehingga tidak perlu kesulitan meminjam maupun mengembalikan buku,” kata Sultan.

Raja Kraton Ngayogyakarta ini juga menyatakan bahwa koleksi buku yang dimiliki Kraton terbuka untuka masyarakat umum, mahasiswa dan peneliti dapat membaca naskah kuno yang dimiliki Keraton untuk keperluan riset maupun studi.

“Kami di Kraton terbuka untuk masyarakat maupun untuk para mahasiswa untuk riset maupun studi. Semua itu bisa dibantu juga untuk bisa membaca huruf Jawa yang mungkin mahasiswa itu tidak mampu membacanya, kami menyediakan tenaga,” tandas Sultan.