2 Kunci Utama Uji Coba Pembukaan Destinasi Wisata di DIY

Kepada Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo (kanan) dalam Talkshow "Persiapan Sektor Pariwisata DIY Menyambut New Normal" yang digelar Harian Jogja, Rabu (15/9/2021)-Harian Jogja - Nina Atmasari
15 September 2021 20:27 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Tiga destinasi wisata di DIY menjadi lokasi ujicoba pembukaan tempat wisata di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ada dua kunci utama yang harus diperhatikan baik pengelola maupun wisatawan.

Hal itu diungkapkan Kepada Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo dalam Talkshow “Persiapan Sektor Pariwisata DIY Menyambut New Normal” yang digelar Harian Jogja, Rabu (15/9/2021). Ia menyebutkan dua kunci utama keberhasilan ujicoba destinasi wisata di masa PPKM ini, pertama adalah
sistem screening kesehatan, yang diterapkan melalui aplikasi Pedulilindungi, untuk pengelola, petugas dan wisatawan.

"Kedua, karena masih ujicoba, aturannya yaitu pengunjung maksimal 25% dari kapasitas, maka disarankan gunakan sistem reservasi. Sistem ini sudah diterapkan oleh banyak objek wisata di DIY sejak awal pandemi melalui aplikasi Visiting Jogja. Sampai saat ini sudah 127 tempat wisata yang sudah gunakan Visiting jogja," jelas Singgih.

Ia menyebutkan tiga destinasi yang menjadi lokasi ujicoba yaitu Gembiraloka Zoo di Kota Jogja, Taman Tebing Breksi di Sleman dan Hutan Pinus Mangunan di Bantul. Berdasarkan pantauan yang dilakukannya, ketiga pengelola destinasi tersebut sudah melakukan persiapan yang sangat baik.

Alasan penunjukan tiga destinasi wisata tersebut adalah sudah memenuhi persyaratan di antaranya sertifikat CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). Destinasi tersebut juga sudah menerapkan protokol kesehatan yang dilengkapi fasilitas untuk menjalankan prokes tersebut serta sumber daya manusia yang melaksanakannya.

Direktur Utama Gembira Loka Zoo, Joko Tirtono mengatakan berdasarkan ujicoba yang dilaksanakan selama tiga hari terakhir, pembukaan objek wisata kebun binatang tersebut berjalan lancar. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pengunjung, di antaranya menggunakan aplikasi Pedulilindungi.

BACA JUGA: Lesti Kejora Dituduh Hamil Duluan, Rizky Billar Akhirnya Beri Klarifikasi

Hasilnya, pada ujicoba hari pertama pada Senin (13/9/2021) ada 34 orang yang masuk dan 168 orang yang tidak bisa masuk, hari kedua ada 24 orang yang lolos masuk dan 173 orang bisa masuk, sedangkan di hari ketiga hingga setengah hari sudah ada 27 orang yang masuk. "Rata-rata yang tidak bisa masuk karena orang tua sudah vaksin tapi bawa anak kecil," katanya.

Pengelola Objek Wisata Tebing Breksi, Khaliq Widiyanto mengungkapkan destinasi wisata ini akan mulau ujicoba pembukaan untuk masyarakat umum pada Kamis (16/9/2021). Sebelumnya, selama tiga hari ujicoba dilakukan internal yaitu untuk pengelola dan warga sekitar.

Kesulitan yang dialami oleh objek wisata yang ada di atas bukit ini adalah sulitnya sinyal seluler, padahal sangat diperlukan untuk mengakses aplikasi Pedulilindungi. "Sinyal seluler yang ada di Tebing Breksi hanya satu provider. Tapi ini sudah diantisipasi dengan memasang pemancar wifi di dua titik berjauhan," katanya. (Nina Atmasari)