Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Siswa mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Wonosari, Kamis (12/8/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar SMA dan SMK sampai akhir September ini sebesar 90%. Saat ini capaian vaksinasi pelajar SMA dan SMK sudah 72% dari total siswa sebanyak 144.763 siswa.
“Data pelajar yang sudah divaksinasi terus bergerak. Sampai siang ini [15 September 2021] dari total 144.763 siswa sudah tervaksin sebanyak 104.614 siswa atau 72%,” kata Kepala Seksi Perencanaan dan Pendataan Pendidikan, Disdikpora DIY, Suci Rahmadi, saat dihubungi Rabu (15/9/2021).
Suci mengatakan data siswa yang sudah divaksinasi terus bertambah dari jam ke jam karena vaksinasi dilakukan dari berbagai pihak baik melalui pemerintah maupun pihak swasta. Sekolah terus memperbaharui data siswa yang sudah tervaksin kemudian direkap dan dilaporkan ke Disdikpora DIY.
Menurut dia, vaksinasi pelajar SMA dan SMK penting untuk menyiapkan uji percontohan pembelajaran tatap muka (PTM) sesuai yang diharapkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bahwa untuk menggelar PTM minimal siswa yang sudah divaksin mencapai 80%. Pihaknya meyakini sampai akhir bulan ini capaian vaksinasi mencapai 90% lebih.
Meski jumlah siswa yang disuntik vaksin 72%, ada sejumlah sekolah yang siswanya sudah tervaksin mencapai 80%. Per 14 September jumlah siswa yang sudah tervaksin 80% mencapai 177 sekolah, “Hari ini bertambah lagi mencapai 192 sekolah,” ujar Suci.
Suci belum bisa memastikan kapan sekolah yang siswanya sudah vaksin 80% menggelar PTM karena masih menunggu keputusan dari Gubernur DIY, “Nah kami juga masih menunggu kebijakan Pak Gubenur DIY terkait edaran untuk kebijakan pendidikan di level 3 ini mau diapakan kan kita blm ada SE, ini masih menunggu,” kata Suci.
Arahan Gubernur DIY akan ditindaklanjuti SE Kepala Dinas yang ditujukan kepada satuan pendidikan terkait PTM. Namun demikian, kemungkinan PTM masih uji percontohan terbatas bagi sekolah yang sudah menjalani vaksinasi minimal 80%.
Disdikpora DIY juga terus memetakan sekolah-sekolah terkait persiapan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan, vaksinasi, dan guru yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid agar PTM nantinya benar-benar berjalan lancar, tidak beresiko, tidak sampai menimbulkan penulran Covid-19. Pihaknya juga meminta Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing sekolah untuk mempersiapkannya ketika PTM sudah bisa dilaksanakan.
“Saya kira sekolah sudah siap dari sisi sarpras siap, kaitannya perlu vaksinasi ini memang belum siap memenuhi sepenuhnya,” ucap Suci.
Dia mengatakan vaksinasi khusus untuk guru dan tenaga kependidikan sudah lebih dari 95% dari total guru SMA 6.770 orang dan guru SMK 8.194 orang.
Sebelumnya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim saat berkunjung ke DIY menyatakan vahwa vaksinasi bukan menjadi syarat utama untuk menggelar PTM terbatas. Namun Sri Sultan HB X tetap menginginkan bahwa syarat PTM adalah siswanya sudah divaksinasi minimal 80%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.