Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Wisatawan di Gembiraloka Zoo. /Harian Jogja- I Ketut Sawitra Mustika
Harianjogja.com, JOGJA-Manjemen Gembira Loka Zoo akan mengevaluasi operasional wisata saat uji percontohan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ini.
Evaluasi dilakukan karena wisata kebun binatang Jogja tersebut sejauh ini pengunjungnya banyak yang tertolak masuk dengan berbagai alasan.
Alasan utamanya adalah pengunjung anak yang berusia di bawah 12 tahun yang tidak diperbolehkan masuk sesuai aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Instruksi Gubernur DIY yang masih dalam PPKM level 3. Padahal objek wisata terbuka di tengah kota Jogja tersebut selama ini dikenal sebagai wisata keluarga yang sebagian besar membawa anak-anak.
“Harapan evaluasinya mengenai ibaratnya dipermudahlah wisatawan ketika akan berkunjung selama layak dikunjungi mengenai prokes. Jangan disamaratakan dengan wisata lain. Apa bedanya Gembira Loka Zoo dan Malioboro yang samas-sama outdoor di sana tak ada aplikasi PeduliLindungi, banyak anak-anak. Di sini [Gembira loka Zoo] dipastikan tak menerima pengunjung tanpa masker,” ujar Manjer Pemasaran Gembira Loka Zoo, Yosi Hermawan, Kamis (16/9/2021).
BACA JUGA: Syukuran Kehamilan Aurel, Anang Hermansyah Bagikan 7,5 Ton Beras di Jogja
Yosi memaparkan selama tiga hari uji coba pembukaan terdapat ratusan pengunjung yang tertolak masuk. Misalnya pada hari pertama pembukaan Senin (13/9/2021), pengunjung yang lolos skrining melalui aplikasi PeduliLindungi sebanyak 34 orang. Sementara 168 tidak bisa masuk karena membawa anak usia di bawah 12 tahun, membawa lansia lebih dari 70 tahun, dan tidak bisa memindai barcode di aplikasi PeduliLindungi.
Sementara hari kedua buka atau Selasa (14/9/2021) pengunjung yang masuk menurun menjadi 24 orang dan yang tertolak masuk hampir 200 orang. “Banyak masyarakat berkeluh kesah bahwasannya Gembia Loka Zoo adalah segmen keluarga yang notaben-nya bawa anak tapi tidak boleh masuk,” ujar Yosi.
Hari ketiga atau Rabu (15/9/2021) jumlah pengunjung yang berhasil masuk 40 orang dan yang tertolak lebih dari 200 orang. Menurut dia yang paling banyak tertolak masuk karena membawa anak usia di bawah 12 tahun. Sementara persentase yang belum vaksin hanya sedikit jumlahnya.
Namun demikian pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Manjemen Gembira Loka Zoo masih tetap mematuhi aturan dari Pemerintah Pusat dan Pemda DIY serta Pemkot Jogja selama masa ujicoba pembukaan operasional wisata ini. Yosi tidak mengetahui sampai kapan uji coba pembukaan wisata tersebut, namun dia berharap PPKM DIY turun level dari level 3 menjadi level 2 agar operasional wisata kembali seperti normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Akan tetapi jika uji coba percontohan dengan pembatasan anak usia 12 tahun ke bawa tidak boleh masuk tidak menutup kemungkinan manajemen akan mengubah operasional karena pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran, “Mungkin kalau kondisinya seperti ini terus kami membuka opsi untuk buka hanya akhir pekan,” kata Yosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.