Advertisement

Keripik Debog Pisang Inovasi Mahasiswa Stikom Dapat Bantuan Dana Wirausaha LLDIKTI

Nina Atmasari
Jum'at, 17 September 2021 - 17:47 WIB
Nina Atmasari
Keripik Debog Pisang Inovasi Mahasiswa Stikom Dapat Bantuan Dana Wirausaha LLDIKTI Lima mahasiswa Stikom Jogja dengan produk inovasi mereka Pikbogsang. - Ist/dok

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak lima mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Jogja mendapatkan dana bantuan hibah kewirausahaan mahasiswa dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDITKI) V atas inovasi mereka membuat usaha produk keripik debog pisang.

Kelima mahasiswa tersebut yakni Suryani Sofa’ah (ketua tim), Tantya Kusuma Wardhani, Jessica Joana Mirmamita, Fatimatuz Zahro dan Febi Mawarni Putri, yang tergabung dalam satu tim. Adapun produk kuliner yang mereka bikin diberi nama Pikbogsang yang merupakan singkatan dari keripik debog pisang. Debog adalah batang pohon pisang.

Suryani Sofa’ah menjelaskan tim ini awalnya mengikuti Workshop Kewirausahaan pada pertengahan Maret 2021. "Dari workshop tersebut, kami kemudian menyusun proposal. Ide membuat keripik debog pisang muncul setelah melihat ada debog pisang di dekat rumah salah satu anggota tim, di Kalasan, Sleman," jelas Suryani, Jumat (17/9/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Mereka pun mencoba-coba membuat keripik, dan hasilnya ternyata bisa menghasilkan keripik dengan kriuk dan enak. Dari hasil uji coba tersebut, mereka membuat proposal Pikbogsang, dan disetujui oleh LLDIKTI V tanggal 29 juli 2021. Pada 31 Agustus 2021, dana bantuan kewirausahaan cair sebesar Rp2 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan seperti pisau, panci, wajan dan alat penggorengan lain, hingga bahan-bahan membuat keripik seperti tepung dan minyak goreng. Dari pembelian alat dan bahan tersebut, mereka mulai melakukan produksi pada Sabtu (11/9/2021).

Proses pembuatan Pikbogsang ternyata cukup rumit, dimulai dari mendapatkan debog pisang yang harus pohon pisang kepok. "Debog itu diiris tipis-tipis. Mengiris inilah proses paling sulit dan memakan waktu lama. Irisan debog lalu direndam dengan air garam selama beberapa jam, lalu ditepungi satu per satu dan digoreng," jelas Suryani.

Hasil produksi itu kemudian langsung dijual. Penjualan dilakukan terutama melalui media sosial Whatsapp, Instagram dan aplikasi Shopee. Pada produksi pertama, mereka menghasilkan produk sebanyak total lima kilogram Pikbogsang. Keripik tersebut dikemas dengan aneka ukuran, harga dan rasa.

Ada rasa Jagung Manis Semanis Senyummu, rasa Pedas Sepedas Perkataan Netizen, rasa Asin Garam di Lautan dan rasa Coklat Eksotis, dengan kemasan 50 gram dijual Rp8.000 per bungkus. Ada pula rasa Original Lebih Mantap kemasan 50 gram yang dijual Rp6.000 per bungkus. Selain itu, ada kemasan 100 gram dan 250 gram menyesuaikan dengan pesanan konsumen.

"Untuk saat ini kami masih menggunakan sistem preorder atau PO, sekitar satu minggu baru siap," tambah Suryani.

Advertisement

Dari pencairan dana bantuan tahap pertama tersebut, nantinya akan dilaporkan pertanggungjawabannya. Setelah dilakukan pertanggungjawaban tahap pertama maka akan dicairkan di tahap kedua. Nilai total dana bantuan ini sebesar Rp4,9 juta. (ADV)

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Rusia vs Ukraina Hari ke 224: Ukraina Terus Buat Kemajuan Lawan Rusia

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement