Guguran Lava dan Kegempaan di Merapi Masih Tinggi

Kabut tebal terlihat di puncak Gunung Merapi dari kawasan Klangon, Glagaharjo, Sleman, Kamis (23/9/2021). - Harian Jogja - Galih Eko Kurniawan
24 September 2021 19:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Meski masih dalam status Siaga, aktivitas erupsi Gunung Merapi dalam sepekan terakhir terpantau relatif rendah dengan tidak teramatinya kemunculan awan panas. Namun sejumlah guguran lava pijar dan kegempaan masih terus terjadi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan dalam pengamatan sepekan, 17-23 September, terjadi 141 guguran lava. “Ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km,” ujarnya, Jumat (24/9/2021).

Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dan tinggi 150 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada Minggu (19/9/2021) pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan 2, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah lava barat daya dibanding pekan sebelumnya. Volume kubah lava tersebut sebesar 1,6 juta meter kubik, sedangkan kubah tengah sebesar 2,8 juta meter kubik.

BACA JUGA: Belasan Gerai Ditutup, Ini Sejarah Matahari di Indonesia

Pada aktivitas kegempaan, terjadi lima kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 260 kali gempa Low Frekuensi (LF), 251 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.357 kali gempa Guguran (RF), 895 kali gempa Hembusan (DG), dan empat kali gempa Tektonik (TT). “Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,” ungkapnya.