Kasus Covid-19 di Sleman Melandai, 3 Tempat Isolasi Terpusat Ditutup

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aji Styawan\\r\\n
26 September 2021 18:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penurunan kasus Covid-19 di DIY berdampak pada pengurangan gedung isolasi terpusat (Isoter) yang berada di wilayah Sleman. Tiga lokasi Isoter yang selama ini menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19 akan ditutup mulai 1 Oktober mendatang. 

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Heny Nursilawati mengatakan pemerintah akan menutup tiga Isoter yang selama ini beroperasi di Sleman. Ketiga Isoter tersebut meliputi Perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) di Maguwoharjo yang memiliki kapasitas 136 kamar. 

Selain itu, asrama mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Wedomartani, Ngemplak, Sleman dengan kapasitas 86 kamar; dan asrama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kalitirto, Berbah, Sleman dengan kapasitas 86 kamar. "Iya ketiganya, akan ditutup per 1 Oktober. Kami masih menyelesaikan pasien yang sedang menyelesaikan masa isolasi hingga akhir September ini," katanya saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Minggu (26/9/2021).

Penutupan ketiga Isoter tersebut dilakukan, lanjut Heny, seiring dengan melandainya kasus positif Covid-19 di wilayah DIY. Termasuk di wilayah Sleman. Meski menutup ketiga Isoter tersebut, pemerintah tetap melanjutkan operasional shelter-shelter Covid-19 yang dikelola oleh Dinas Sosial (Dinsos) DIY. 

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Belum Diberhentikan dari Kursi Wakil Ketua DPR RI

"Untuk shelter Covid-19 yang dikelola Dinsos masih beroperasi. Ya saat ini memang kasusnya melandai, kami masih melihat perkembangan, jika nanti terjadi lonjakan kasus, bisa jadi ketiga Isoter tersebut diaktivasi kembali," terangnya. 

Terkait nasib tenaga medis (nakes) di tiga Isoter tersebut, Heny menjelaskan, baik pendanaan operasion maupun rekrutmen nakes di ketiga Isoter tersebut dilakukan oleh BNPB. Namun karena masih terikat kontrak, lanjut Hery, tenaga kesehatan di masing-masing Isoter yang ditutup akan dialihkan ke Isoter yang masih beroperasi. "Termasuk nantinya membantu kegiatan vaksinasi. Setahu saya setiap Isoter hanya ada tujuh nakes saja," tandasanya. 

Terpisah, Penanggungjawab Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) Sleman Makwan menjelaskan hanya tiga Isoter yang dikelola BNPB tersebutlah yang akan ditutup. Adapun Isoter yang dikelola oleh Pemkab, meliputi Asrama Haji, Rusun Gemawang dan Asrama Mahasiswi UII masih beroperasi. 

"Operasional masing-masing Isoter yang dikelola oleh Pemkab masih menunggu perkembangan. Bisa jadi nanti hanya Asrama Haji dan Rusun Gemawang saja karena kampus-kampus saat ini sedang menyiapkan pembelajaran tatap muka (PTM)," kata Makwan. 

Dijelaskan Makwan, saat ini jumlah pasien yang menghuni Isoter terus berkurang. Kondisi ini tidak lepas dari terus menurunnya kasus Covid-19 di Sleman. "Hanya 15 pasien yang ada ditiga Isoter. Kasus penularan dan pasien baru terus menurun," katanya. 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan per Minggu (26/9) hanya tercatat 19 kasus positif Covid-19 di Sleman dengan 25 kasus sembuh dan dua kasus kematian. "Berdasarkan data Dinkes Sleman per 25 September, jumlah kasus aktif Covid-19 hanya 448 kasus. Sebanyak 300 kasus dirawat di rumah sakit, 133 kasus menjalani isolasi mandiri di rumah," katanya.