Sultan Minta Semakin Banyak Objek Wisata di DIY Dibuka, Ini Alasannya

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
29 September 2021 18:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengusulkan penambahan destinasi wisata yang dapat beroperasi terbatas di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ke Pemerintah Pusat.

Alasannya karena faktanya wisatawan menyerbu DIY ke sejumlah destinasi yang belum diperbolehkan buka sehingga menyulitkannya dalam pengawasan.

“Ya karena bagaimana pun dengan masyarakatnya seperti ini ya pie nek [bagaimana] tempat pariwisata isih tutup tapi bus ning jero terus kon pie [bus-pariwisata sudah di dalam harus bagaimana] sehingga kemarin kita usulkan risikonya terlalu besar [karena tanpa pengawasan], sehingga saya minta lebih baik dibuka tapi kita bisa mengawasi daripada ditutup tapi enggak bisa mengawasi,” kata Sultan, di Kompleks Kepatihan, Rabu (29/9/2021).

BACA JUGA: Pemkot Jogja Beri Apresiasi pada Pelestari Warisan Budaya dan Cagar Budaya

Sebagaimana diketahui di masa PPKM level 3 ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) baru merekomendasikan tujuh destinasi yang dapat beroperasi terbatas di DIY, yakni Gembira Loka Zoo Jogja, Merapi Park Sleman, Tebing Breksi Sleman, Taman Wisata Candi Ratu Boko Sleman, Pinus Sari Bantul, Pinus Pengger Bantul, dan Seribu Batu Bantul.

Menurut Sultan belum diizinkannya destinasi wisata untuk buka tapi tetap didatangi wisatawan akan sangat berisiko terjadi kerumunan karena tanpa pengawasan, terlebih destinasi wisata tersebut merupakan destinasi wisata terbuka yang jalur masuknya menjadi satu dengan warga sekitar. Banyak rombongan bus wisata yang masuk tengah malam hingga dini hari untuk menghindari petugas yang bisa berjaga di pos-pos penyekatan.

“[Meskipun yang buka] tetap baru tujuh tapi faktanya tujuh buka tapi kan koyo Parangtritis dan sebagainya kan juga penuh kan gitu, karena masuknya jam 1 malam, sebelum subuh ya dari Jatim juga gitu, Jabar juga, sehingga kemarin hari Minggu malam itu isu kita sampaikan sehingga dibahas hari Senin,” ujar Sultan.

“Nanti sore [Rabu 29/9] harapan saya sudah ada keputusan [perluasan objek wisata],” tambah Sultan.

Raja Kraton Kasultanan Ngayogyakarta ini berharap Pemerintah Pusat untuk mempertimbangkan usulannya karena Pemda DIY tidak bisa melarang wisatawan yang sudah datang ke DIY, terlebih pintu masuk DIY juga banyak dan kemampuan petugas juga terbatas apalagi yang datang di malam hari, “Kalau saya ya perlu dibuka karena dengan dibuka berarti ada petugas yang ikut mengawasi, kalau ditutup kan engga ada petugas yang ngawasi. Gitu lho,” ucap Sultan.

Dengan adanya perluasan penambahan destinasi wisatawan akan lebih terkontrol, “Daripada tidak terkontrol sama sekali,” tukas Sultan. Usulan perluasan penambahan destinasi tersebut diakui Sultan sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat pada Senin lalu dan akan dibahas pada Rabu (29/9) petang. Namun demikian meski ada perluasan destinasi wisata yang buka nantinya pengawasan juga diperketat, salah satunya wisatawan yang masuk adalah wisatawan yang sudah divaksin.