Jebolnya Saluran Irigasi Kalibawang Belum Berdampak pada Pertanian

Seorang anggota Polres Kulonprogo saat menutup akses jalan di saluran irigasi di wilayah dusun Pantog Wetan, kalurahan Banjaroyo, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, yang jebol imbas diterjang debit air yang banyak pada Selasa (21/9/2021). - Ist/Polres Kulonprogo\\r\\n\\r\\n
29 September 2021 16:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pemkab Kulonprogo memastikan jika lahan pertanian di wilayah kapanewon Kalibawang maupun Nanggulan tidak terdampak atas jebolnya saluran irigasi di dusun Pantog Wetan, kalurahan Banjaroya, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, yang terjadi pada Selasa (21/9/2021) lalu.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan jebolnya aliran irigasi di Kalibawang beberapa waktu lalu belum berdampak kepada lahan pertanian di sejumlah wilayah yang saat ini memasuki masa tanam pertama.

"Jebolnya saluran induk irigasi Kalibawang belum berdampak pada pola tanam di wilayah yang memasuki masa tanam pertama. Seperti di Kalibawang dan Nanggulan. Saat ini, petani baru mulai garap atau mengolah lahan, ada juga yang sudah menyemai benih. Jadi, umumnya baru persiapan akan tanam," kata Sutedjo pada Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Sepekan Tak Ketemu, Warga Cangkringan yang Hilang Setelah Pamit ke Merapi Tak Lagi Dicari

Dikatakan Sutedjo, guna mengantisipasi terjadinya kekeringan lahan pertanian, Pemkab Kulonprogo juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk segera melakukan perbaikan.

Bahkan, jawatannya telah melakukan pemantauan di saluran irigasi di dusun Pantog Wetan, kalurahan Banjaroya, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, yang mengalami kerusakan sebanyak tiga kali.

"Semoga dalam sepekan ke depan air sudah bisa dialirkan kembali. Kami mendorong Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk secepatnya menyelesaikan proses perbaikan saluran induk irigasi Kalibawang, sehingga air bisa segera mengalir kembali dan mengairi lahan pertanian," terang Sutedjo.

Baca juga: Tiga Pelaku Pengeroyokan Jukir di Dekat Tempat Hiburan di Jl. Magelang Menyerahkan Diri

Upaya perbaikan saluran irigasi di dusun Pantog Wetan, kalurahan Banjaroya, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, yang ambles pada Selasa (21/9/2021) sebelumnya menjadi sorotan DPRD Kulonprogo. Dewan ikut mendorong agar Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) diharapkan mempercepat upaya perbaikan.

Anggota Komisi III DPRD Kulonprogo Wisnu Prasetya mengatakan percepatan upaya perbaikan bukan tanpa alasan. Dikarenakan, aliran air menjadi terganggu imbas ditutupnya sementara irigasi. Padahal, aliran air peranannya cukup penting untuk mengaliri ribuan hektare lahan pertanian.

"Kerusakan ini jangan sampai mengganggu masa tanam. Saluran irigasi Kalibawang ini kan sangat strategis ya dan juga vital peranannya untuk pengairan ribuan hektare sawah. Saat ini, lahan pertanian sedang memasuki masa tanam pertama," kata Wisnu beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kulonprogo dari fraksi Golkar ini mengatakan jika saluran irigasi yang melewati wilayah kapanewon Kalibawang usianya sudah uzur. Dibangun pada masa Belanda silam. Oleh karena itu, upaya perawatan yang komprehensif dinilai perlu dilakukan.

"Sektor pertanian diharapkan mampu dijaga di tengah pandemi Covid-19 terlebih diterapkannya PPKM berjenjang. Sehingga saluran irigasi yang jebol harapannya segera bisa dilaksanakan. Petani juga tidak dipusingkan dengan jebolnya saluran irigasi," ujar Wisnu.