Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN-Pengeroyokan pada seorang juru parkir di sekitar Boshe VVIP Club, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati terjadi pada Selasa (28/9/2021) dini hari dan mengakibatkan korban meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Tidak sampai 24 jam, tiga pelaku pengeroyokan menyerahkan diri ke polisi.
Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono, menjelaskan atas kejadian tersebut polisi memeriksa CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian dan telah mengidentifikasi pelaku. Namun pada Selasa (28/9/2021) malam, ketiga pelaku menyerahkan diri ke polisi.
“Kejadian itu sekitar jam 01.30 WIB ya, terus kami lakukan olah TKP [tempat kejadian perkara], kemudian juga memeriksa saksi-saksi, memeriksa CCTV di sekitar lokasi. Akhirnya kita bisa mengidentifikasi pelakunya dan pelakunya menyerahkan diri sebanyak tiga orang. Sementara diproses di kantor,” ujarnya, Rabu (29/9/2021).
Baca juga: Sepekan Tak Ketemu, Warga Cangkringan yang Hilang Setelah Pamit ke Merapi Tak Lagi Dicari
Dari hasil olah TKP, polisi menduga memang ada setidaknya tiga pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut, yang menganiaya korban dengan tangan kosong. Pasca kejadian, korban dilarikan ke RSA UGM untuk mendapat perawatan namun tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (28/9/2021) sekira pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan pemeriksaan ketiga pelaku yang menyerahkan diri tersebut, ada perselisihan paham yang menjadikan motif ketiganya menganiaya korban hingga meninggal. Meski demikian ia menyangkal jika perselisihan itu masalah lahan parkir atau organisasi masyarakat (ormas) tertentu.
Baca juga: Begini Kronologi 2 Sepeda Motor Terbakar di Jalan RE Martadinata Jogja
“Enggak ada hubungannya, ini adalah masalah pribadi dan kegiatan mereka tidak ada dalam rangka organisasi, institusi, partai dan sebagainya. Jadi mohonlah tidak usah dikait-kaitkan, karena sudah kesepakatan semua pihak. Iya masalah pribadi saja,” ungkapnya.
Adapun ketiga pelaku yang menyerahkan diri ke Polres Sleman diperkirakan berusia 20-an akhir. Ketiganya mengaku tidak mengenal korban. Polisi masih akan memeriksa ketiganya untuk mendalami kasus ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.