Petakan Warga Belum Tervaksin, Survei Tingkat RT Digulirkan

Suasana vaksinasi massal di Muntuk, Dlngo pada Selasa (28/9). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
30 September 2021 07:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Capaian vaksinasi Bantul kini berada di kisaran angka 66 persen. Untuk memetakan warga yang belum divaksin, survei warga di tingkat RT rencananya bakal digulirkan.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho menyampaikan berdasarkan data hingga Senin (27/9/2021) sekitar 34 persen warga Bantul yang belum tervaksin belum diketahui penyebabnya. Padahal stok vaksin yang ada saat ini terbilang cukup banyak, namun jumlah warga yang melakukan vaksin di sentra vaksinasi menurun.

Oleh karena itu upaya percepatan vaksinasi bakal dilakukan lebih dekat lagi ke masyarakat dan pemetaan warga yang belum divaksin juga akan dilakukan. "Jadi sudah diusulkan, nanti pak Sekda melalui Asisten 1 memerintahkan ke lurah-lurah sampai ke RT untuk melakukan sensus," tuturnya Rabu (28/9/2021).

"Jadi mendata warga di situ, namanya siapa, sudah vaksin atau belum vaksin. Kalau sudah vaksin, dosis satu atau sudah dosis dua, itu didata. Jadi ada pendataan bottom up, nanti di situ ketahuan mana warga setempat yang memang belum divaksin," tandasnya.

Skema sensus dikatakan Abed dapat membantu pihaknya mengetahui data kewilayahan capaian vaksinasi. "Jadi nanti dari sisi kewilayahan juga dapat. Misalnya kalurahan ini punya berapa padukuhan, punya berapa RT. Dari RT itu berapa orang yang sudah benar divaksin dan belum divaksin," ujarnya.

"Keuntungannya adalah kita bisa tahu orang yang benar-benar berdomisili di situ. Kan kadang kalau cuma by NIK tidak hanya yang berdomisili di situ. Bisa aja NIK Bantul tapi domisli Sleman," ungkapnya.

Baca juga: Mantap! Ini Kecamatan Pertama di Jogja yang Sudah Tuntaskan Vaksinasi Covid-19

Penurunan peserta vaksinasi di sentra vaksin juga jadi sorotan Abed. Dari 1000 sasaran yang di buka tiap harinya, warga yang datang hanya puluhan orang, paling mentok 300. "Beda kaya dulu, kita buka 500 enggak ada hitungan jam sudah full," ujarnya.

"Mungkin ini tinggal sisa-sisa yang enggak mau, masih enggan vaksin itu kan ada juga kan. Masyarakat-masyarakat yang masih enggan kan itu yang jadi problem utamanya, dia masih ragu, masih takut. Nanti ada yang malas juga, wah jauh. Nah kita berusaha mendekatkan layanan," imbunya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjao menuturkan percepatan capaian vaksinasi dapat dilakukan melalui langkah. Selain pendataan masyarakat di tingkat RT, pendekatan layanan vaksinasi pada kalurahan sampai padukuhan bahkan layanan door to door dapat menjadi langkah yang dilakukan untuk melakukan percepatan vaksinasi.

Nantinya vaksinasi massal akan menargetkan empat sasaran prioritas mulai dari kelompok lanjut usia (>59 tahun). Kelompok masyarakat rentan yang meliputi kelompok masyarakat Usia 50 – 59 Tahun, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), ibu hamil akan menjadi target khusus di Bantul. Di sisi lain kelompok masyarakat umum (18-50 tahun) dan Kelompok Remaja (12-17 tahun) juga jadi sasaran proritas vaksin.