Musim Hujan Tiba, BPBD Sleman Ingatkan Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
Siswa Sekolah Rakyat Atas 19 mengikuti cek kesehatan di SR Atas 19 Sonosewu, Bantul pada Senin (14/7/2025). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
Harianjogja.com JOGJA–Ratusan orang tua siswa di Jogja mengantarkan anaknya untuk menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Atas 19 yang berlokasi di Sonosewu, Bantul. Mereka berharap agar anaknya dapat memutus rantai kemiskinan.
Dari pantauan Harianjogja.com, sejak pukul 07.00 WIB ratuan orang tua siswa datang bersama dengan putra putrinya ke SR Atas 19. Di sana, para siswa SR tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis. Mereka datang ke sekolah dengan membawa pakaian dan perlengkapan untuk tinggal di asrama.
Salah satu orang tua murid, Rubiyem mengaku mendapatkan informasi mengenai pendaftaran calon siswa sekolah rakyat dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) beberapa waktu lalu.
Perempuan asal Kotagede tersebut mendapatkan informasi mengenai pembukaan pendaftaran bagi calon siswa sekolah rakyat yang menawarkan pendidikan gratis bagi keluarga prasejahtera. Rubiyem mengaku tawaran tersebut menarik minatnya.
“[Harapan menyekolahkan anaknya ke SR Atas 19] Pengen anaknya mandiri dan mendapat ilmu yang baru biar bermanfaat bagi masa depannya,” katanya, Senin (14/7/2025).
Rubiyem menilai keberadaan sekolah rakyat tersebut pun mampu mengurangi tanggungan keluarganya. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan hidup, Rubiyem dan suaminya yang merupakan penyandang tuna netra berprofesi sebagai terapis pijat tunanetra.
Keduanya selama ini harus menghidupi lima orang anak. Putri yang disekolahkan di sekolah rakyat tersebut merupakan anak keempat, sementara anak bontotnya masih bersekolah di jenjagn sekolah dasar (SD). “Ada rasa senang dan terharu [menyekolahkan anak ke SR Atas 19],” imbuhnya.
BACA JUGA: ORI DIY Temukan Satu Sekolah Diduga Melakukan Pungutan Uang Seragam
Sementara orang tua murid lain, Suhardi mengaku mendaftarkan putrinya ke SR Atas 19 dengan harapan dapat memutus rantai kemiskinan. Pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas tersebut berharap agar SR tersebut dapat membantunya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas bagi putrinya.
“Anak berminat, orang tua juga berminta [mendaftar ke SR], kebetulan ada keterbatasan ekonomi juga. Harapannya bisa mewujudkan cita-cita anak,” ujarnya.
Suhardi mengaku anaknya selama ini memiliki bakat dalam seni tari. Dia berharap bakat tersebut dapat lebih terasah saat mengikuti pembelajaran di SR tersebut. Dia pun berharap agar iklim pembelajaran yang ada di SR tersebut dapat mendukung perkembangan putrinya.
“Biar lebih fokus belajar, kalau di rumah mungkin kurang fokus. Biar bisa menyalurkan bakat dan cita-citanya terwujud,” katanya.
Pria asal Piyungan tersebut pun percaya putrinya dapat menjalani pembelajaran di SR tersebut. Hal itu lantaran sejak kecil putrinya telah dibiasakan untuk hidup mandiri.
Diketahui Pemda DIY memiliki dua SR yang ada di Sonosewu dan Purwomartani dengan kapasitas siswa mencapai 275 orang. Dari jumlah tersebut untuk SR Atas 19 yang berada di Sonosewu, Bantul, memiliki siswa hingga 200 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
Harianjogja.com, JOGJA—Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026.
Alex Marquez merebut pole position MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalahkan Marc Marquez dan Pedro Acosta pada sesi Q2.
Kemenkes memperkuat imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Kenali penyebab, gejala, risiko, dan cara pencegahan infeksi HPV.
Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan Pancuran Tuk Bulus di Bimomartani dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan wisata.
Polda Jateng mengerahkan 3.229 personel gabungan untuk mengamankan konser Andrea Bocelli di Borobudur, termasuk mengatur lalu lintas dan aspirasi warga.