Claudio Mutzi, Kunci PSS Sleman Redam Sayap PSM Makassar
Claudio Mutzi tampil solid saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia berperan memotong umpan, menutup ruang, dan membantu serangan.
Vaksinasi pedagang Pasar Bantul pada Rabu (9/6/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul telah memberikan arahan tugas sensus vaksinasi by name by address kepada para Panewu. Dalam sepekan, kapanewon diharapkan telah menghimpun data riil di lapangan terkait warganya yang telah maupun belum menjalani vaksinasi.
Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menyampaikan untuk mencapai target 100 persen vaksinasi diperlukan data by name by address capaian vaksinasi. Dari situ diketahui warga mana saja yang belum divaksin dan apa penyebabnya.
"Jadi kan kita tetap menargetkan 100 persen penerima vaksin terselesaikan di akhir tahun ini, harapannya. Kemudian hari ini kita capainnya 67 persen, kita kan tinggal sedikit lah, sehingga untuk mengetahui by name by address terhadap warga yang belum divaksin," terang Helmi pada Kamis (30/9/2021).
Arahan yang telah diberikan kepada panewu pekan ini dan diharapkan dapat segera berkoordinasi dengan Lurah maupun ketua RT setempat. "Kemarin siang kita sudah mengundang seluruh Pamewu untuk melakukan itu [sensus]," tandasnya.
Helmi menegaskan bila sensus ini merupakan upaya untuk menyisir semua warga Bantul nantinya bisa tervaksin. Dalam sepekan para panewu diharapkan telah menghimpun data vaksinasi para warganya. "Mudah-mudahan pak Panewu sudah koordinasi dengan Lurah. Jadi Rabu besok kita beri waktu sepekan kepada panewu untuk dapat melakukan penghimpunan data dari lurah-lurah. Hari Rabu datang akan kita himpun," imbuhnya.
Baca juga: Ratusan Sekolah di Bantul Sudah Uji Coba Belajar Tatap Muka
Setelah penghimpunan data rampung, Pemkab Bantul akan melihat wilayah mana saja yang masih banyak warganya belum melalukan vaksinasi. "Kita akan menyasar di situ. Kalau perlu kita akan melalukan mobile vaksin, artinya pelaksanaannya tidak lagi tersentra di Kecamatan atau Desa, tapi mungkin di Padukuhan yang banyak warga belum divaksin," terangnya.
Terkait kemungkinan vaksin door to door kepada warga yang enggan divaksin, Helmi belum berpikir sampai ke sana. Saat ini fokusnya pada mengumpulkan data by name by adsress warga yang belum divaksin untuk dasar penentuan strategi percepatan vaksinasi.
"Kita belum berpikir sampai ke situ. Sekarang yang penting didata terlebih dahulu siapa yang belum divaksin, jumlahnya berapa. Itu nanti akan jadi kebijakan pemkab untuk melakukan percepatan vaksin minimal dosis pertama Desember ini bisa 100 persen dari target," pungkasnya.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho menyebutkan bila skema sensus dapat membantu pihaknya mengetahui data kewilayahan capaian vaksinasi. "Jadi nanti dari sisi kewilayahan juga dapat. Misalnya kalurahan ini punya berapa Padukuhan, punya berapa RT. Dari RT itu berapa orang yang sudah benar divaksin dan belum divaksin," terangnya.
"Keuntungannya adalah kita bisa tahu orang yang benar-benar berdomisili di situ, kan kadang kalau cuma by NIK tidak hanya yang berdomisili di situ. Bisa saja NIK Bantul tapi domisli Sleman," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Claudio Mutzi tampil solid saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia berperan memotong umpan, menutup ruang, dan membantu serangan.
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Disdikpora DIY berkoordinasi dengan sekolah dan meminta orang tua mengawasi pelajar untuk mengantisipasi keterlibatan dalam aksi demonstrasi.
Lebih dari 1.000 mahasiswa UII menggelar aksi damai membawa tujuh tuntutan terkait pemerintahan Prabowo-Gibran. Kampus beri dispensasi kuliah.
Berapa lama anak boleh menatap layar? Simak batas screen time, durasi tidur, dan aktivitas fisik anak usia dini menurut WHO.
Model dan perancang busana renang Sahara Ray meninggal pada usia 34 tahun. Ia meninggalkan seorang putri bernama Snow.