Pembelajaran Tatap Muka di Gunungkidul Diklaim Berjalan Lancar

Ilustrasi - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
01 Oktober 2021 13:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mengklaim pembelajaran tatap muka di sekolah berjalan lancar. Meski demikian, sekolah diminta terus melakukan evaluasi serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan belajar tatap muka di sekolah sudah terlaksana sejak 13 September lalu. Hingga sekarang tidak ada masalah, meski ada penularan virus Corona di SD Negeri Panggang 1.

“Hanya di sekolah itu yang ada penularan, yang lain masih aman dan mudah-mudahan tidak terjadi penularan,” kata Ali kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Pembelajaran tatap muka terbatas berlangsung di 56 SMP swasta dan 61 sekolah negeri serta 409 SD, baik negeri maupun swasta. “Berdasarkan laporan dari kepala sekolah, tidak ada sekolah yang ditutup terkecuali di SD Negeri Panggang 1. Wali murid pun juga senang dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip ini.

Meski berjalan dengan lancar, Ali meminta kepada sekolah untuk terus mengevaluasi pembelajaran. Selain itu, dia juga mengingatkan agar protokol kesehatan terus dijalankan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah.

“Evaluasi harian terus dilakukan, khususnya terkait dengan penerapan protokol kesehatan. Kalau memang ada sekolah terpapar, untuk sementara pembelajaran tatap muka dapat dihentikan sementara waktu,” ujarnya.

Ketua PGRI Gunungkidul Tijan mendukung pelaksanaan pembelajaran di sekolah karena pembelajaran daring tidak optimal dan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan.

Meski demikian, ia juga mengingatkan terkait dengan potensi penularan virus Corona di lingkungan sekolah. Oleh karenanya, Tijan meminta protokol kesehatan benar-benar diterapkan agar penularan bisa dicegah.

“Sudah ada aturan terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Itu harus dipatuhi dan dilaksanakan. Contohnya, kapasitas ada pembatasan hingga jaga jarak agar tidak terjadi kerumunan antarsiswa,” katanya.