Dibagi 4 Segmen, Begini Gambaran Tol Melayang di Atas Selokan Mataram

Ilustrasi. - Freepik
05 Oktober 2021 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dari 8,7 km panjang tol Jogja-Bawen yang masuk area Jogja sebagian konstruksi dibangun dengan cara melayang. Panjang jalan tol yang dibangun melayang (elevated) hanya sepanjang 4,2 km.

Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja Bawen Oemi Vierta Moerdika menjelaskan konstruksi elevated yang dimaksud adalah konstruksi berbentuk jembatan agar tidak mengganggu infrastruktur dibawah jembatan tersebut, dalam hal ini adalah Selokan Mataram.

Pembangunan tol Jogja-Bawen untuk wilayah DIY yang dibangun secara melayang (elevated) di atas selokan mataram tersebut hanya sepanjang 4,2 km dari total panjang jalan tol. Sisanya sekitar 4,5 km dibangun secara at grade karena tidak melewati selokan tersebut.

"Konstruksinya dimulai dari Tirtoadi (Mlati) hingga Banyurejo (Tempel). Konstruksi tol melayang ini sesuai dengan keinginan Pemda DIY agar tidak mengganggu fungsi Selokan Mataram yang menjadi bagian dari cagar budaya," katanya, Selasa (5/10/2021).

BACA JUGA: Meski Penularan Covid Sudah Terkendali, PPKM DIY Belum Turun Level

Konstruksi elevated pada jalan tol Jogja Bawen di DIY, lanjut Oemi terbagi menjadi empat segmen. Yakni pada sta.74+600 hingga sta. 73+100 di Mlati yang jauhnya mencapai 1,5 Km. Kemudian dilanjutkan ke sta. 72+500 hingga sta. 72+150 yang panjangnya hanya 0,3 Km.

Konstruksi tol melayang kemudian dibangun di Seyegan mulai dari sta. 71+800 hingga sta. 70+600 sepanjang 1,3 Km. Terakhir, konstruksi tol melayang dibangun di Tempel mulai dari sta. 70+200 s/d sta. 69+100 sepanjang 1,1 Km. "Untuk titik lokasi konstruksi at grade berada pada lokasi yang tidak melintasi Selokan Mataram," katanya.

Bangunan tol di atas tanah (at grade) ini menggunakan timbunan tanah sehingga berdampak pada saluran irigasi dan drainase serta jalan eksisting di beberapa titik lokasi perlu ditinjau. Untuk mensiasati masalah tersebut, PT JBB pun akan memasang box culvert. "Pada seksi 1 (Jogja - SS Banyurejo) direncanakan akan memiliki Box Culvert sebanyak 39 buah," ujarnya.