Advertisement

Demi Pemerataan, Sasar Vaksinasi di Kawasan Terpinggir

Abdul Hamied Razak
Kamis, 07 Oktober 2021 - 12:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Demi Pemerataan, Sasar Vaksinasi di Kawasan Terpinggir Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi. - Ist/dok

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Program vaksinasi Anggota DPR RI F-NasDem Subardi kembali digelar di sejumlah titik di Jogja. Sebanyak 300 dosis vaksin jenis Sinovac disuntikkan kepada masyarakat Gunungkidul di dusun Mojosari dan sekitarnya.

Sebelumnya vaksinasi dosis kedua digelar di Sleman, tepatnya di RS Sakina Idaman, Sinduadi, Mlati. Sebanyak 600 vaksin disuntikkan selama dua hari terakhir. Pada dosis pertama, sebanyak 2.000 dosis disuntikkan di Kulonprogo, Bantul, Sleman dan Gunungkidul.

Hingga saat ini, sebanyak 2.900 dosis vaksin telah disuntikkan. Rinciannya, vaksin dosis pertama sebanyak 2.000 dosis, sedangkan dosis kedua sebanyak 900 dosis. "Kami menyiapkan tambahan 1.100 dosis kedua, sehingga total 4.000 dosis vaksin bertajuk NasDem Peduli ini akan tuntas pada pertengahan Oktober," kata Subardi, Kamis (7/10/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ke depan, lanjutnya, ia menyiapkan 6.000 dosis tambahan dengan target bulan November mulai berjalan lagi. Ia mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, mulai dari DPP Partai NasDem, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten, tenaga kesehatan serta pengurus dan kader partai NasDem.

“Target kami adalah pemerataan vaksin sehingga kami memilih lokasi yang relatif jauh dari pusat Kota. Sasarannya masyarakat yang mungkin selama ini kesulitan mengakses vaksinasi,” tutur Ketua DPW NasDem DIY itu.

Baca juga: Hari Ini, GKR Indonesia Tampilkan Lukisan Vaksinasi Karya 10 Pelukis Jogja

Subardi berpendapat, sejak awal virus Covid-19 menjadi masalah bersama. Maka solusinya vaksinasi juga menjadi kewajiban bersama. Terlebih, saat ini kasus positif di DIY semakin melandai.

Data dari Satgas Covid DIY menyebut, penambahan kasus positif pada tanggal 6 Oktober 2021 sebanyak 45 kasus. Sementara mengutip dari Intibios Laboratorium sebagai salah satu pusat tes Covid-19 di DIY, hasil tes PCR selama sebulan terakhir (7/9/2021 – 6/10/2021) dari 4.217 sampel hanya 42 sampel yang positif.

Subardi menegaskan, momentum ini harus diikuti dengan percepatan vaksinasi agar pemulihan ekonomi nasional berjalan lebih cepat. “Vaksinasi langkah awal melindungi manusianya, baru ekonominya. Semakin cepat cakupan vaksinasi semakin cepat pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Advertisement

Data Dinas Kesehatan DIY menyebut, cakupan vaksinasi dosis pertama di Provinsi DIY hingga 3 Oktober 2021 telah mencapai 83,53 persen atau 2,41 juta warga dari target 2,88 juta. Sementara vaksinasi dosis 2 baru mencapai 49,83 persen. *

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BUMN Startup Day, Erick: Ruang Akselerasi Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

News
| Selasa, 27 September 2022, 05:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement