UGM Gelar PTM Terkendali Mulai 18 Oktober

Logo UGM. - JIBI
07 Oktober 2021 08:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--UGM menyiapkan kegiatan perkuliahan tatap muka (PTM) terkendali usai pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) pertengahan Oktober ini. PTM Terkendali ini akan digelar mulai 18 Oktober mendatang.

"Ini masih rapat," kata Rektor UGM Prof. Panut Mulyono saat dikonfirmasi Harian Jogja terkait teknis pelaksanaan PTM di UGM, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik UGM Hatma Suryatmojo menjelaskan setelah UTS nanti baik fakultas maupun sekolah pascasarjana di UGM dapat menggelar PTM Terkendali sesuai dengan kebutuhan. Selama masa penyelenggaraan UTS, diharapkan masing-masing fakultas menyiapkan PTM Terkendali.

"Kami istilahkan PTM Terkendali bukan PTM Terbatas karena kalau PTM Terbatas kan hitungannya pada jumlah, tetapi untuk PTM Terkendali bukan hanya menyangkut soal jumlah namun juga soal infrastruktur dan lain-lain. Termasuk infrastruktur kesehatan," katanya.

PTM Terkendali, lanjutnya, merupakan implementasi dari Kegiatan Belajar Mengajar Bauran yang selama ini berjalan di masing-masing fakultas. Kegiatan ini terdiri dari tatap muka luring dan tatap muka daring. "Jika kemarin sudah dilaksanakan tatap muka daring (sebelum UTS) maka kini saatnya disiapkan PTM muka secara luring," ujarnya.

Hatma berharap PTM Terkendali berjalan dengan baik karena masing-masing fakultas sudah memiliki Tim KBM Bauran. Tim inilah yang memiliki data dosen yang melaksanakan PTM. "Kami meminta Tim KBM Bauran masing-masing fakultas melakukan update terhadap keperluan ini. Beberapa infrastruktur yang harus disiapkan di antaranya seting kelas di mana jarak kursi juga mengacu standar yaitu berjarak 2 meteran dan lain-lain.

Terkait infrastruktur protokol kesehatan, kata Hatma, mahasiswa yang akan mengikuti PTM Terkendali minimal sudah mendapat vaksin dosis pertama. Di setiap kelas ada staf khusus yang bertugas memantau mobilitas mahasiswa keluar masuk. Pengaturan jadwal untuk kelas juga berbeda-beda dan tidak disamakan agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Setiap area juga disediakan tempat untuk cuci tangan, chek suhu, dan perlu mempertimbangkan sirkulasi udara dalam kelas yang digunakan. Direkomendasikan untuk mengurangi penggunaan AC, dan berharap menjadikan ruangan jauh lebih terbuka," katanya.

Yang tidak kalah penting, katanya, di dalam kelas juga disiapkan fasilitas streaming sehingga mahasiswa yang tidak kejatah mengikuti luring tetap bisa mengikuti kuliah secara streaming. Jumlah mahasiwa yang mengikuti PTM menyesuaikan dengan kapasitas ruangan.

"PTM Terkendali dilaksanakan dengan cara separuh masuk kelas dan separuh mengikuti streaming

Karena yang mengikuti jumlahnya mesti terbatas dan itupun harus ada operatornya. Maksimal dalam kelas 60 menit," terangnya.