Wisata Dibuka, Produk Pertanian di Sleman Mulai Banyak Terserap

Pengunjung memilih salak yang jadi komoditas utama Embung Kaliaji. - Instagram @omahsalak
07 Oktober 2021 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Banyaknya kunjungan wisatawan ke Sleman dinilai memberikan dampak berganda. Salah satunya pada penyerapan produk pertanian di Sleman yang mulai menunjukkan tren positif.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono mengatakan pelonggaran PPKM menimbulkan dampak positif bagi perekonomian. Produk-produk pertanian mulai terserap seiring mulai banyaknya pusat-pusat kuliner yang dibuka.

Kondisi tersebut, katanya, sangat berbeda saat penerapan PPKM Darurat pada Juli lalu hingga PPKM Level 4. "Saat itu tidak hanya masalah penyerapan produk pertanian yang sulit tetapi harganya juga ikut tertekan," katanya, Kamis (7/10/2021).

Saat ini, lanjut Suparmono, penyerapan produk pertanian dan harganya pun mulai stabil. Hal ini salah satunya dipicu oleh mulai banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Sleman. "Ya saat ini tingkat konsumsi cenderung normal, bahkan beberapa komoditas mengalami peningkatan permintaan (konsumsi)," kata dia.

BACA JUGA: Meninggal Dunia karena Jantung, Gunawan Maryanto Sosok Mandiri di Keluarga

Mantan Panewu Cangkringan ini menyontohkan untuk komoditas perikanan penjualannya mulai normal. Padahal sejak PPKM Darurat hingga level 4, penjualan komoditas ini terbilang susah. "Saat PPKM turun ke level 3, kran penjualan mulai mengalir. Konsumsi ikan mulai naik sampai saat ini," katanya.

Sayangnya, ia belum dapat memberikan data-data kenaikan penjualan dan penyerapan produk pertanian saat ini. "Ini tidak hanya terjadi di komoditas ikan. Tapi hampir semua komoditas. Salah satunya dampak dari dibukanya destinasi wisata, hotel mulai penuh dan itu mendorong serapan produk-produk pertanian," jelasnya.

Salah seorang peternak ikan, Wisnu Wardhana, warga Sidokarto, Godean mengaku belum merasakan dampak dari kenaikan konsumsi ikan setelah pelonggaran PPKM. Ia menyebut masih kesulitan untuk mencari pasar. "Kalau produksi masih bagus, cuma kami tetap kesulitan untuk mencari pasar. Jadi sampai saat ini (pelonggaran PPKM) masih belum berdampak," kata Wisnu.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Kurnia Astuti mengakui jika harga dan penjualan komoditas pangan di Sleman kembali normal. Meskipun ada sejumlah komoditas yang cenderung mengalami kenaikan seperti cabai, namun hal itu masih terkendali.

"Kenaikan harga cabai ini lebih disebabkan faktor cuaca dan masa panen yang sudah selesai di sentra-sentra produksi cabai," katanya.