Datang ke Sleman, Menteri Airlangga Ungkap soal Joki Program Prakerja

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. - Antara
08 Oktober 2021 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan joki Program Pelatihan Prakerja merupakan tindak pidana yang perlu diberantas.

Persoalan joki Program Pelatihan Prakerja tersebut diungkap oleh Koordinator Alumni Program Pelatihan Prakerja DIY Nurul Hestiningtyas. Warga Pundong, Bantul tersebut, mengungkapkan joki tersebut terjadi di wilayahnya.

"Si joki ini tahu insentifnya Rp2,4 juta. Jadi ia bagi hasil dengan yang punya KTP, dikasih Rp200.000," katanya usai berdialog dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto di Sleman, Jumat (8/10).

Ia menyebut kasus tersebut terjadi saat gelombang-gelombang awal pelatihan. Gelombang keempat input NIK saja bisa. Saat ini, katanya, joki kartu prakerja sudah susah melakukan aksinya karena syarat untuk mengikuti program ini semakin sulit. "Kayaknya peluang menjadi joki sudah diminimalisir," katanya.

Menanggapi hal itu, Airlangga mengajak alumni prakerja untuk ikut memberantas para joki pelatihan Prakerja dengan cara mengedukasi masyarakat. "Joki pelatihan prakerja sebetulnya sudah bisa tangkap dari beberapa aplikasi, seperti face recognition tetapi regulasinya jelas, joki itu merupakan kejahatan. Pidana," katanya.

BACA JUGA: Minta Rincian Transaksi ke PPATK, Polisi Usut Kasus Jual Beli Narkoba Rp120 Triliun

Menurutnya, dari beberapa kasus ada yang dilaporkan ke Bareskrim Polri. Jika ada yang menyalahgunakan seperti mengambil eKTP masyarakat nanti akan dipidana. "Ada beberapa yang sudah dilaporkan ke Bareskrim. Sedang diproses," katanya.

Ia juga mengajak para alumni untuk ikut memberantas para joki dengan cara mengedukasi masyarakat agar melakukan pendaftaran sendiri dan tidak menggunakan joki. "Tahun depan program prakerja masih akan dilanjutkan. Enam bulan pertama masih sama sistemnya, dan enam bulan kedua kami lihat situasi pandemi Covid-19," katanya.

Dampak program Pelatihan Prakerja ini, katanya menyentuh semua sektor. Salah satunya sektor pariwisata di mana peserta dibekali dengan bahasa inggris ataupun sebagai pemandu wisata. "Pemerintah kan dorong even besar setelah PON, seperti even internasional di Mandalika Superbike, rangkaian dari MotoGP tahun depan," katanya.

Dijelaskan Airlangga, jumlah pendaftar program Pelatihan Prakerja diikuti sebanyak 75 juta orang. Mereka diseleksi dan yang sudah mendapatkan pelatihan. Ada yang kembali bekerja ada yang memulai berbisnis dan mulai memiliki omzet yang stabil.

"Kemudian BNI memberikan KUR hingga Rp100 juta dengan bunga 3 persen saja tanpa agunan. Penerima pertama selama enam bulan tidak membayar bunga, tapi dibayar mulai bulan ketujuh," katanya.