Selain Menginspirasi, GoART Juga Jadi Saksi Kebangkitan Seni Jogja Timur

Pembukaan pameran seni goART, Sabtu (9/10/2021). - Ist.
11 Oktober 2021 10:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pembukaan Pameran GoArt Kelompok Termos85 menjadi ajang berkumpulnya para seniman dan pegiat pariwisata. Tidak hanya dari Jogja, melainkan juga dari Solo, Magelang, Surabaya, dan Jakarta.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Ir Indah Juanita MM, yang membuka pameran pun merasa sangat senang dan kerasan di tengah-tengah acara Sabtu sore (10/10/2021) tersebut.

Saat itu hadir sejumlah tamu di antaranya Prof Dr M. Baiquni (UGM) yang selama ini intens dalam pengembangan pariwisata. Ada Dr Hadjar Pamadhi yang banyak bergiat di museum. Kemudian ada Aryo dan kawan-kawannya yang sedang menyusun aplikasi untuk calendar of events (CoE) untuk pariwisata DIY-Jateng. Hadir pula pegiat Festival Pasar Kembang (SarkemFest).

Indah Juanita pun mengaku bagaikan reuni. Bertemu sejumlah kawan, sahabat, kolega yang selama ini telah dan sedang berkolaborasi membangkitkan pariwisata dan industri kreatif di wilayah DIY-Jateng. Wilayah yang menjadi area gerak Badan Otorita Borobudur yang dipimpinnya. alumnus Arsitektur ITB ini berada di ruang pameran Leman Art House, hingga dua jam lamanya. Selain menikmati karya para perupa Kelompok Termos85 juga berdialog dengan sejumlah kolega tersebut.

"Apresiasi yang sangat tinggi untuk Kelompok Termos85. Pertahankan terus kelompok-kelompok kreatif seperti ini. Meski sudah di atas 50 tahun usia anggotanya, semangatnya harus tetap muda. Kami siap mendukung kegiatan Kelompok Termos85 untuk masa-masa mendatang, "ujar Indah.

Indah juga mengundang Kelompok Termos85 untuk melakukan kegiatan on the spot, melukis bersama di DeLoano Glamp Camp. "Kami punya destinasi wisata yang ada di wilayah Purworejo tetapi masuknya dari arah Kulonprogo. Silakan kalau ingin berkegiatan di sana. Kami siap support," ajak Indah.

Saat menyampaikan sambutan, Indah juga memaparkan program-program Badan Otorita Borobudur. Menjelaskan kaitan pariwisata dan industri kreatif serta upaya membangkitkan ekonomi di Indonesia, khususnya DIY-Jateng. Saat membuka pameran ini, Indah menerima cindera mata berupa lukisan berukuran 80x100 cm. Lukisan relief perahu yang ada di Candi Borobudur. Lukisan karya Wasis Subroto, anggota Termos85 yang menjadi manajer seni di Leman Art House. "Terima kasih. Ini Samudera Raksa, " ucap Indah.

Menandai dimulainya pameran GoART yang akan berlangsung hingga 23 Oktober 2021, Indah membuka pintu ruang pameran mengajak Prof Dr Baiquni. Maka, mereka berdua secara bersama membuka pintu. Indah pintu sisi kiri, Baiquni pintu sisi kanan.

Prof Baiquni mengapresiasi kegiatan yang digelar di kawasan Jogja Timur ini. "Pameran di LEMAN Art House sore ini sungguh sangat menginspirasi, GoART menjadi saksi kebangkitan seni dan seniman di kawasan Jogja Timur, " ujar Baiquni.

Ditambahkannya, Gerbang Timur telah membuka diri dengan cahaya semangat kebersamaan sejumlah seniman dari ragam gaya dan ekspresi seni. Kekuatan yang menyatukan adalah semangat untuk terus berkreasi, saling menguatkan Guyub rukun, Gotongroyong, Gayengbareng keluar dari masa pandemi dan krisis multidimensi yang sulit ini.

Dengan semangat persaudaraan, dikemas dengan kreatif, dan dikelola secara profesional; pameran kali ini hadir memberi dorongan dan semangat bagi segenap yang menyaksikan untuk ikut merasakan kebangkitan baru.

"Semoga gerak langkah maju dan bermutu terus dilakukan, sehingga Yogyakarta menjadi pusat seni budaya bagi Indonesia maupun menjadi pelita harapan baru seni budaya dunia, " katanya.

Sebanyak 27 perupa menampilkan karyanya pada Pameran GoART kali ini. Karya-karya yang dalam dalam kuratorial Hadjar Pamadi masuk dalam Representational Art, Non representational Art dan Decorative Art. Hadjar yang di ruang pameran mendampingi Indah menjelaskan karya-karya yang dipamerkan. Sesekali, Hadjar juga meminta perupa yang mempunyai karya untuk ikut menjelaskan konsep karyanya.

Indah pun dengan antusias mendengarkan dan mencermati karya yang dipajang. Sesekali bertanya langsung ke senimannya. "Ini pakai ballpoint? Detail sekali. Bagus banget, " ujar Indah mencermati karya Basuki Muhammad (Surabaya).

"Cat air bisa di kanvas? Berarti kalau selesai terus disemprot cairan pelindung ya? " tanya Indah saat mengamati karya berjudul "Pesona Nepal van Java" (Erwan Widyarto) dan "Pasar Bebas" (Sarjiyanto Sekar). Kedua karya tersebut memang menggunakan cat air yang ditorehkan di atas kanvas. Prof Baiquni yang ada di samping Indah menimpali. "Saya punya lukisan cat air yang usianya sudah 40 tahun."

Pameran GoART selain menampilkan karya dua dimensi dengan beragam media –cat minyak, akrilik, cat air, pensil, ballpoint, digital – juga menampilkan karya tiga dimensi. Pameran yang digelar di Leman Art House, Tegalsari, Bayen, Purwomartani, Kalasan hingga 23 Oktober ini bisa disaksikan setiap hari pada pukul 09.00-17.00 WIB.