Jelang Pemilu 2024, Kesbangpol & Bawaslu Jogja Gelar Sekolah Demokrasi

Dari kiri ke kanan. Widiyastuti, Budi Santoso, dan Tri Agus Inharto dalam jumpa pers Sekolah Demokrasi di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja, Senin (11/10/2021).Harian Jogja - Sirojul Khafid
12 Oktober 2021 08:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jogja bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jogja menggelar Sekolah Demokrasi. Kegiatan yang diikuti para pemuda ini bertujuan memberikan pemahaman tentang makna demokrasi dan praktik-praktiknya.

Menurut Kepala Kesbangpol Kota Jogja Budi Santoso, Pemilu kerap diidentikkan dengan pesta demokrasi. "Namanya pesta, maka harus dimaknai dengan riang gembira tanpa rasa takut," kata Budi dalam jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja, Senin (11/10/2021).

Dengan tujuan tersebut, Kesbangpol dan Bawaslu membimbing 20 pemuda dalam kegiatan Sekolah Demokrasi angkatan pertama ini. Mereka akan mendapat berbagai materi tentang demokrasi, leadership, local wisdom, literasi digital, problematika Pemilu, dan analisis sosial. Sekolah Demokrasi berlangsung 12-13 Oktober 2021.

Peserta ini tersaring dari seratus pendaftar. Tidak hanya pemuda Kota Jogja, pendaftar juga berasal dari kabupaten lain di DIY. Peserta yang terpilih khusus untuk warga Jogja. Melihat antusiasme pemuda yang tinggi, tidak menutup kemungkinan ada Sekolah Demokrasi angkatan kedua dan seterusnya.

Baca juga: Warga Sleman Lapor Polisi karena Lingkungan Rusak Ditambang, Sudah 9 Bulan Tak Ada Tindak Lanjut

"Setelah mengikuti Sekolah Demokrasi, harapan kami para peserta menjadi influencer atau penggerak bagi rekan sebayanya. Terutama agar bagaimana kelak Pemilu 2024 terbebas dari hoaks, berjalan seperti apa adanya, dan demokratis," kata Budi.

Ketua Bawaslu Kota Jogja Tri Agus Inharto mengatakan pendidikan politik sejak dini cukup penting dalam menyambut Pemilu 2024. Terutama dalam menyambut pemilu serentak yang pertama kalinya ini, butuh persiapan yang tidak mudah. Sehingga anak-anak muda yang masih memiliki idelisme tinggi perlu mendapatkan pemahaman yang utuh dan komprehensif.

“Tentu saja bukan perkara mudah apabila tidak mempersiapkan [pemilu 2024) sejak dini. Urgensi pendidikan politik melalui sekolah untuk warga Jogja,” kata Tri. “Kami sudah bersinergi dengan perwakilan karang taruna se-Kota Jogja sekaligus organisasi kemasyarakatan yang akan menjadi peserta Sekolah Demokrasi ini.”

Menurut Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Kesbangpol Kota Jogja Widiyastuti, selain sebagai influencer kaum muda, peserta Sekolah Demokrasi juga diharapkan mampu menjadi penyelenggara pemilu pada tahun 2024 nanti.

Merujuk pengalaman pemilu sebelumnya, kiprah kaum muda di Kota Jogja sudah mulai terlihat partisipasinya sebagai penyelenggara. Terutama untuk level KPPS maupun Panwas. "Tetapi memang masih didominasi oleh orangtua. Tiap sektor penyelenggara ada perwakilan anak muda, namun 60 persen ialah orangtua," kata Widiyastuti.

Pada pemilu sebelumnya, penyelenggara untuk level KPPS maupun Panwas dibutuhkan sekitar 11.000 orang. Mengingat Pemilu 2024 merupakan pertama kalinya pemilu serentak, maka kebutuhan penyelenggara pun lebih banyak. Hal ini karena kinerja fisik juga akan semakin berat.