Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY telah menyiapkan satu selter untuk mengkarantina semua atlet dari DIY seusai pulang dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Satu selter tersebut adalah Balai Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sosial (Kemensos) di Jalan Veteran, Jogja.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan dari hasil rapat dengan Pemerintah Pusat, pemerintah daerah termasuk DIY diminta mengantisipasi kepulangan atlet dari Papua agar menjalani karantina minimal 5-7 hari. “Kita sudah siapkan tempat karantina, masing-masing harus dikarantina 5-7 hari,” kata Baskara Aji, di Kompleks Kepatihan, Selasa (12/10/2021).
Baskara Aji mengatakan selain harus menjalani karantina, atlet DIY yang baru pulang dari Papua juga akan dilakukan tes PCR sebelum masuk tempat karantina. Demikian juga akan dites PCR lagi ketika akan meninggalkan tempat karantina. Jika hasil tes PCR diketahui negatif baru dibolehkan pulang ke rumah masing-masing.
“Lalu kalau dilakukan PCR ternyata ada yang positif maka dia akan dirujuk ke rumah sakit atau ke isoter untuk yang positif,” ujar Baskara Aji.
Khusus untuk atlet DIY, sambung Baskara Aji, selain harus menjalani tes PCR juga harus menjalani pengecekan darah untuk mengantisipasi tertular dan tidaknya dari penyakit malaria. Sebab dia menyebut Papua merupakan wilayah endemi malaria.
“Kita tambah lagi tes darah untuk mengetahui kemungkinn dia terkena malaria. Itu memang kebijakan daerah. Karena kan di Papua endemi malaria. Kita tidak ingin nanti mereka yang datang tidak kita tangani [jika terkena malaria],” kata dia.
Kabur Saat Karantina
Disinggung adanya satu atlet yang dinyatakan positif kemudian melarikan diri saat menjalani Karantina di Wisma Atlet, Baskara Aji menyayangkannya. Menurutnya, karantina adalah merupakan bagian dari protokol kesehatan yang harus dilalui baik oleh atlet maupun pelatih dalam PON XX di Papua.
Selain untuk kesemalatan diri sendiri, juga untuk keselamatan keluarga dan orang-orang terdekatnya, “Kalau sampai dia mblandang, melarikan diri ya tentu itu pertanggungjawabannya besar,” kata Baskara Aji. Pihaknya akan melakukan pelacakan.
Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan, yang melarikan diri dari karantina tersebut bukan atlet, melainkan pelatih. Menurut dia, pelatih tersebut tidak paham tentang protokol kesehatan sehingga melarikan diri saat proses karantina.
Namun Djoko menampik jika pelatih salah satu cabang olahraga tersebut disebut kabur, “Buka Kabur. Jadi setelah tiba di Jogja yang bersangkutan karantina mandiri di sebuah hotel. Beberapa hari kemudian PCR negatif, kemudian pulang ke rumah,” kata Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Prabowo menyebut realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Kebakaran Gunung Bromo mencapai 1.069 hektare. Tiga helikopter telah mengguyur 31.000 liter air lewat 16 rit penerbangan.
Prabowo memastikan program Makan Bergizi Gratis atau MBG terus dilanjutkan dengan perbaikan dan efisiensi untuk memenuhi gizi anak Indonesia.
Bagi konsumen yang sedang mencari sepeda motor Honda untuk mendukung mobilitas sehari-hari, berikut sejumlah penawaran istimewa dalam program “Pesta Merdeka”.