Mulai Dibangun, Pasar Unggas Sidomulyo Akan Sediakan Puluhan Los Baru

Situasi pembangunan Pasar Unggas Sidomulyo pada Senin (11/10). - Ist.
14 Oktober 2021 09:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BAMBANGLIPURO - Pembangunan Pasar Unggas Sidomulyo, Bambanglipuro mulai bergulir. Dibangun menggunakan anggaran Kalurahan, Pasar Unggas Sidomulyo diharapkan lebih representatif dan bisa menjadi pusat jual beli unggas di kawasan selatan.

Lurah Sidomulyo, Edi Murjito menjelaskan bila pembangunan Pasar Unggas mulai dikerjakan sejak sekitar tiga pekan lalu. Pembangunan pasar salah satunya menyasar pada pendirian los-los bagi pedagang unggas. Setidaknya 20-30 los akan dibangun di sana. Selain itu naungan pedagang dan sarana pendukung seperti toilet juga bakal ditambahkan.

"Dibangun los-los itu. Terus kita kasih atap, biar layak untuk pedagang. Kalau sekarang kan di tempat terbuka itu," ujarnya.

Adanya los membuat titik berjualan pedagang unggas tidak jadi berebut. Bila di tempat terbuka, siapa yang datang lebih dulu akan mendapat tempat berjualan. "Misalnya pedagang itu datangnya siang, saya sudah punya tempat di sini sudah permanen, sudah paten tidak pindah-pindah. Enggak khawatir kalau siang enggak bisa berjualan karena sudah di tempati orang lain,"

Adanya los juga menurut Edi bisa menjadi usaha yang dapat dikelola dan dikembangkan oleh BUMDes. Pemasukan dapat menggunakan sistem sewa ataupun sistem retribusi.

Secara rinci pembangunan Pasar Unggas menghabiskan dana senilai Rp375 juta dengan rincian Rp350 juta dari dana dana APBKal dan Rp25 juta dari PAD desa "Kita mulai sudah tiga pekanan ini. Mengalihkan anggaran PertaDes, kita alihkan pada perubahan APBKal," terangnya.

Mulanya anggaran sebesar Rp350 juta tadinya akan dipakai untuk pembangunan PertaDes, semacam stasiun pengisian bahan bakar mini milik desa. Karena lokasi bakal calon PertaDes merupakan areal zona hijau, pembangunan PertaDes jadi mengalami kendala dan anggaran dialihkan pada pembangunan Pasar Unggas.  

Edi menargetkan pembangunan Pasar Unggas bisa rampung pada tahun ini. Sehingga pada anggaran tahun depan pembangunan pasar bisa berfokus pada pemasangan paving blok di halaman pasar yang sementara ini masih berupa tanah yang diratakan.

"Desember baru selesai. Makanya ini kami tambahi tenaganya. Kemarin cuma 10 atau 12 orang, ini kita tambahi lagi jadi 15-16 orang," tandasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan bila puluhan pedagang unggas yang sebelumnya berjualan di kawasan Pasar Turi dipindahkan ke bangunan bekas SD Turi. Relokasi pedagang unggas ke lokasi tersebut bersifat permanen agar kawasan Pasar Turi yang menjual bahan kebutuhan pokok tidak berdekatan dengan aktivitas jual beli unggas.

"Dulu kan disediakan, tapi tidak dipakai pedagang unggas. Intinya biar [Pasar Turi] menjadi pasar yang sehat. Tidak terkontaminasi oleh bau ternak sama kotoran itu," tegasnya.