Bantul Pastikan Prokes Ketat Diterapkan di Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata

QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Jumali\\r\\n
18 Oktober 2021 06:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Penerapan protokol kesehatan (prokes) di tiga lokasi uji coba pembukaan objek wisata di kawasan Mangunan dinilai telah maksimal. Hal ini terlihat dengan ketatnya penerapan prokes baik di Pinus Sari, Pengger dan Seribu Batu.

Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Alexander Joko Wintolo mengatakan, sejak awal dibuka pihaknya memang telah menerapkan prokes ketat terhadap para pengunjung. Selain harus memiliki aplikasi peduli lindungi, pengunjung juga dites suhu tubuh dan wajib mengenakan masker. Alhasil, ada ratusan pengunjung yang terpaksa ditolak masuk, karena tidak memiliki aplikasi dan belum divaksin.

"Kami juga menerapkan ganjil genap. Sehingga hanya yang menggunakan plat nomor kendaraan sesuai dengan aturan tanggal yang bisa masuk," katanya, Minggu (17/10/2021).

Menurut Joko, ketatnya penerapan aturan ini tidak lepas dari keinginan dari Dispar agar tidak muncul klaster di tempat wisata. Selain itu, pengetatan ini dilakukan sesuai dengan instruksi dan aturan uji coba di tempat wisata yang boleh dibuka.

"Karena setiap hari ada laporan ke Kementrian. Memang sekarang sudah ada peningkatan jumlah pengunjung. Tapi kami tidak mau ambil risiko. Apalagi, jika nanti mendadak ada sidak," jelasnya.

Terkait dengan adanya larangan cuti, Joko mengaku sejauh ini pihaknya telah mengetahui. Dan hal itu diberlakukan kepada pegawai di jawatannya. Oleh karena itu, pihaknya saat ini memaksimalkan persiapan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya kunjungan wisatawan di tiga lokasi uji coba pada libur Maulid Nabi kali ini.

"Kami sudah persiapkan semua. Kami maksimalkan pengawasan prokes. Apalagi liburnya kan digeser dari Selasa menjadi Rabu," ucapnya.

Sementara salah satu pengunjung di Pinus Sari, Marjuki mengaku merasa nyaman dengan adanya penerapan prokes yang ketat di lokasi tersebut. Apalagi, dengan penerapan prokes yang ketat, dirinya merasa lebih aman dan tenang saat berwisata.

"Tadi di depan, diminta scan peduli lindungi, disuruh cuci tangan dan diperiksa juga suhunya. Pengunjung juga harus memakai masker. Bagi saya ini bagus, dan tenang karena prokes benar-benar diterapkan," ucapnya.