Kuatkan Peran Tokoh Lintas Agama Hadapi Pandemi

FKUB Wedomartani dan Forsita Jebres menggelar forum bersama di Gereja Paroki Santo Petrus Paulus Babadan, Rabu (20/10). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
21 Oktober 2021 06:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, NGEMPLAK-Memperluas sinergitas antar umat beragama termasuk dalam upaya penanganan Covid-19, Forum kerukunan Umat Beragama Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, menggelar diskusi dengan Forum Silaturahmi Tokoh Agama (Forsita) Kecamatan Jebres, Solo, di Gereja Paroki Santo Petrus Paulus Babadan, Rabu (20/10).

Pembina FKUB Wedomartani, Mujiburrohman, menjelaskan kegiatan ini yang pertama membahas toleransi di wilayah masing-masing. “Apa yang sudah dikembangkan di Forsita Solo, yang baik akan kita aplikasikan di sini. Demikian jika ada yang baik pula dari FKUB wedomartani akan dikembangkan di sana,” ujarnya.

Selain itu, dalam forum ini juga dibahas mengenai peran tokoh lintas agama dalam penanganan Covid-19. “Ketika ini terjalin, pemerintah akan sangat terbantu dengan program dan kegiatanya. Apalagi diskusi kita juga menuju tema penanganan Covid-19,” katanya.

Ia menjelaskan di Wedomartani, peran tokoh lintas agama sudah cukup baik dalam upaya penanganan Covid-19. Selain sudah terbentuknya tim pemulasaran jenazah Covid-19, organisasi agama seperti NU dan Muhammadiyah juga turut membantu dengan memfasilitasi ambulans.

Pastor Kepala Gereja Santo Petrus dan Paulus Babadan, yang sebelumnya juga pernah bertugas di Solo, Antonius Saptanahadi, menuturkan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, tokoh lintas agama terus mengupayakan kerja-kerja kebangsaan.

“Untuk membangun negeri dalam keadaan damai bersama sama. Beberapa tahun saya bertugas di Solo, Paroki Purbowardayan, sekarang pindah di Paroki Santo Petrus Paulus Babadan. Sudah dua bulan tinggal di sini,” ungkapnya.

Kegiatan ini menurutnya menjadi ruang untuk berdiskusi dan berkenalan satu sama lain, supaya tali persaudaraan terjalin meluas. “Solo damai, Babadan juga damai. Harapan kita kembangkan tali persaudaraan itu, silaturahmi ke banyak tempat,” katanya.

Sebagai anak bangsa menurutnya kita berkewajiban memikirkan bersama bagaimana kita dengan menegakkan pilar bhineka tunggal ika, yang membawa kita semua tetap Bersatu, kokoh dan utuh. “Dimanapun tempat perjumpaannya tidak masalah. Kebetulan hari ini di aula Gereja Santo Petrus Paulus Babadan. Esok hari di tempat yang berbeda lagi,” ujarnya.