Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
FKUB Wedomartani dan Forsita Jebres menggelar forum bersama di Gereja Paroki Santo Petrus Paulus Babadan, Rabu (20/10). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, NGEMPLAK-Memperluas sinergitas antar umat beragama termasuk dalam upaya penanganan Covid-19, Forum kerukunan Umat Beragama Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, menggelar diskusi dengan Forum Silaturahmi Tokoh Agama (Forsita) Kecamatan Jebres, Solo, di Gereja Paroki Santo Petrus Paulus Babadan, Rabu (20/10).
Pembina FKUB Wedomartani, Mujiburrohman, menjelaskan kegiatan ini yang pertama membahas toleransi di wilayah masing-masing. “Apa yang sudah dikembangkan di Forsita Solo, yang baik akan kita aplikasikan di sini. Demikian jika ada yang baik pula dari FKUB wedomartani akan dikembangkan di sana,” ujarnya.
Selain itu, dalam forum ini juga dibahas mengenai peran tokoh lintas agama dalam penanganan Covid-19. “Ketika ini terjalin, pemerintah akan sangat terbantu dengan program dan kegiatanya. Apalagi diskusi kita juga menuju tema penanganan Covid-19,” katanya.
Ia menjelaskan di Wedomartani, peran tokoh lintas agama sudah cukup baik dalam upaya penanganan Covid-19. Selain sudah terbentuknya tim pemulasaran jenazah Covid-19, organisasi agama seperti NU dan Muhammadiyah juga turut membantu dengan memfasilitasi ambulans.
Pastor Kepala Gereja Santo Petrus dan Paulus Babadan, yang sebelumnya juga pernah bertugas di Solo, Antonius Saptanahadi, menuturkan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, tokoh lintas agama terus mengupayakan kerja-kerja kebangsaan.
“Untuk membangun negeri dalam keadaan damai bersama sama. Beberapa tahun saya bertugas di Solo, Paroki Purbowardayan, sekarang pindah di Paroki Santo Petrus Paulus Babadan. Sudah dua bulan tinggal di sini,” ungkapnya.
Kegiatan ini menurutnya menjadi ruang untuk berdiskusi dan berkenalan satu sama lain, supaya tali persaudaraan terjalin meluas. “Solo damai, Babadan juga damai. Harapan kita kembangkan tali persaudaraan itu, silaturahmi ke banyak tempat,” katanya.
Sebagai anak bangsa menurutnya kita berkewajiban memikirkan bersama bagaimana kita dengan menegakkan pilar bhineka tunggal ika, yang membawa kita semua tetap Bersatu, kokoh dan utuh. “Dimanapun tempat perjumpaannya tidak masalah. Kebetulan hari ini di aula Gereja Santo Petrus Paulus Babadan. Esok hari di tempat yang berbeda lagi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Bank Jateng memperkuat digitalisasi transaksi keuangan Pemkab Boyolali melalui HLM TP2DD 2026 untuk mendorong pengelolaan keuangan daerah yang efisien.
Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah akibat kabut asap. Pembelajaran dialihkan ke rumah dan guru mendapat izin bekerja dari rumah.
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
Meta melarang iklan ByteDance di Facebook dan Instagram di Indonesia serta enam negara lain. Kebijakan ini memperuncing persaingan dengan TikTok.
Anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026 dengan 57 juta penerima. Pemerintah memperketat standar higiene dan ketepatan sasaran.