Pemda DIY Kesulitan Periksa Kendaraan Wisata, Banyak yang Lolos Tanpa Kartu Vaksin

QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Jumali
23 Oktober 2021 17:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengaku kesulitan memeriksa kendaraan wisatawan, terutama bus, di tiap simpul. Alasannya, pintu masuk ke DIY cukup banyak sehingga banyak kendaraan wisatawan yang lolos masuk tanpa ada pemeriksaan kartu vaksin.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan petugas pemeriksaan kendaraan wisatawan saat ini tidak hanya diam di titik simpul seperti di Tempat Parkir Adisucipto, Terminal Giwangan Jogja, Terminal Dhaksinarga Gunungkidul, Terminal Jombor Sleman, Terminal Wates Kulonprogo, Terminal Semin Gunungkidul dan Terminal Pakem Sleman.

Namun, petugas berpatroli ke sejumlah ruas jalan. “Memang jalan ke Jogja banyak, dicegah ke mana saja susah. Maka kami lakukan kombinasi dengan patroli juga, enggak bisa stay di titik simpul,” kata Ni Made, Sabtu (23/10/2021).

Ni Made mengatakan tidak banyak kendaraan wisatawan yang diputar balik. Justru banyak kendaraan wisatawan yang lolos masuk ke destinasi wisata tanpa pemeriksaan vaksin. 

"Seperti dijaga di Jombor, kendaraan malah lewat Jalan Gito-Gati dari Tempel karena Jalan Gito-Gati sudah lebar. Kemudian di Prambanan susah berhentikan ruangnya susah. Mereka balik lewat Jalan Piyungan,” kata dia.

Dia berharap pemeriksaan vaksin bisa dilakukan di tiap kabupaten dan kota atau di objek wisata.

Ni Made mengapresiasi program one gate system dengan mengoptimalkan fungsi simpul di Terminal Giwangan.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan instansinya bersama sejumlah stakeholder mengklaim sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah wisatawan karena ada aplikasi Peduli Lindungi di pintu masuk objek wisata, Seperti di Parangtritis, wisatawan diharuskan memindai PeduliLindungi di tempat pemungutan retribusi (TPR).

"Yang tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi diminta menunjukan kartu vaksin,” kata Markus.

Pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan sejauh ini belum ada wisatawan yang ditolak masuk Parangtritis karena wisatawan dapat menunjukan kartu vaksin. 

Ipung mengaku cukup kesulitan membatasi wisatawan di kawasan terbuka. Namun, menurutnya Parangtritis pernah dikunjungi dalam sehari sebanyak 60.000 orang, sehingga kapasitas maksimal 25% sama dengan 15.000 orang.

Pada 20 Oktober 2021 lalu, pengunjung Parangtritis dan sekitarnya sebanyak 10.598 orang dengan pendapatan Rp103.330.500. Pengunjung pantai wilayah barat atau Samas ke barat sebanyak 1.975 orang dengan pendapatan Rp19.256.250, sedangkan di Goa Cerme sebanyak 17 orang dengan pendapatan Rp97.750. Adapun wisatawan di Goa Selarong 110 orang dengan pendapatan Rp632.500.