Siap-Siap! Pemeriksaan Satu Pintu di Terminal Giwangan Bakal Berlaku Setiap Hari

Pemudik bersiap menaiki bus tujuan luar daerah di terminal Giwangan, Kota Jogja, Jumat (23/4/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
25 Oktober 2021 19:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana memberlakukan kebijakan one gate system bus pariwisata setiap hari, tidak hanya pada akhir pekan. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, kebijakan ini untuk memastikan siapa pun yang datang ke Jogja dalam keadaan sehat. Sehingga nantinya wisatawan dan warga Jogja aman dan nyaman.

Sebelumnya, Pemkot Jogja menguji coba sistem ini pada Sabtu (23/10/2021) dan Minggu (24/10/2021). Seluruh bus pariwisata dengan berbagai jenis yang hendak menuju Jogja wajib masuk ke Terminal Giwangan untuk pemeriksaan. Seluruh penumpang wajib menunjukkan kartu vaksin dengan minimal dosis pertama. Namun ada pengecualian bagi anak berusia 12 tahun ke bawah maupun warga yang tidak memenuhi syarat untuk vaksin.

“Jadi, kebijakan ini rencananya tidak hanya akan dilakukan saat akhir pekan saja, tetapi setiap hari. Tapi saat ini kami sedang mengevaluasi bagaimana penerapan pada akhir pekan lalu berdasarkan data-data yang masuk,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

Dari data yang masuk, pada Sabtu (23/10/2021) tercatat 64 bus pariwisata masuk ke Terminal Giwangan. Hanya ada satu bus yang tidak lolos skrining. Sedangkan pada Minggu (24/10/2021) tercatat 142 bus yang masuk Terminal Giwangan dengan lima bus tidak lolos skrining.

BACA JUGA: Tabrakan Kereta LRT Terjadi Saat Uji Coba

“Enam bus yang tidak lolos skrining tersebut disebabkan hampir separuh penumpang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksinasi. Jadi mereka diminta putar balik, tidak diizinkan masuk Jogja,” kata Heroe.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif, kebijakan one gate system mendapat tanggapan yang baik dari biro perjalanan wisata dan kru bus. “Mereka justru merasa dimudahkan karena dengan ketentuan tersebut. Biro perjalanan pun merasa lebih aman karena wisatawan yang dibawa sudah divaksinasi dan sehat,” kata Agus.

Di samping itu, kru bus juga merasa dimudahkan karena jalur masuk bus pariwisata sudah ditentukan dan dipastikan mendapat tempat parkir. “Tidak ada yang namanya penumpukan bus. Semua justru tertib. Parkir maksimal tiga jam dan kemudian melanjutkan perjalanan ke destinasi lain,” kata Agus.

Seluruh bus yang masuk ke Terminal Giwangan juga tanpa ada paksaan. Mereka datang secara suka rela. “Semua memahami aturan yang berlaku dan saya kira komitmen ini akan bisa terbangun dengan baik,” katanya.

Bagi bus pariwisata yang lolos skrining di Terminal Giwangan, pengemudi akan mendapat kartu parkir untuk mengakses Tempat Khusus Parkir (TKP). Untuk bus pariwisata berukuran besar, TKP bisa di Abu Bakar Ali, Ngabean, dan Senopati. Untuk bus kecil dan sedang bisa di TKP Sriwedani, Ketandan, dan SPRAGA.