Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah tetap lanjut meski ada klaster penularan Covid-19 di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sedayu, Bantul.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan penularan Covid-19 di dua sekolah tersebut merupakan kasuistik dan bukan klaster, karena penularan berawal dari luar sekolah atau bukan dari dalam sekolah.
“[PTM] ya lanjut. Itu hanya kasus saja. Asal cepat ditangani sehingg tidak ada klaster begitu yang penting itu,” kata Sultan, di Kompleks Kepatihan, Rabu (27/10/2021).
Sultan mengimbau kepada warga sekolah untuk melakukan isolasi jika sudah dinyatakan positif Covid-19 atau tidak usah memaksakan diri untuk masuk sekolah. Sultan menyatakan Pemda DIY bersama sekolah sudah berupaya maksimal untuk mempersiapkan PTM terbatas, termasuk salah satunya adalah vaksinasi untuk para siswa.
BACA JUGA: Izin Vaksin Anak 12 Tahun ke Bawah Rampung Akhir Tahun
“Saya kira sudah maksimal ya dalam arti tidak hanya vaksin tapi sekolahnya kan mempersiapkan [protokol kesehatan],” ucap Sultan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemudan dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya menyatakan sekolah yang kedapatan murid atau siswanya positif Covid-19 sudah dihentikan sementara kegiatan PTM untuk kepentingan tracing selama dua hari pada Selasa dan Rabu. “Untuk sementara tatap muka terbatas dihentikan,” kata Didik.
Sebagaimana diketahui, sebanyak lima siswa dan seorang guru di SMKN 1 Sedayu positif Covid-19. Mereka tertular dari satu siswa yang ditracing saat masuk sekolah, padahal hasil swab PCR belum keluar. Setelah hasil swab PCR keluar, siswa tersebut ternyata positif Covid-19.
Panewu Sedayu Lukas Sumanasa mengatakan, salah satu siswa kelas X SMK N1 Sedayu yang diduga menulari empat siswa dan satu guru tersebut sebelumnya telah diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebab, hasil swab dari tracing 8 orang positif di SD N Sukoharjo, Kapanewon Sedayu, belum keluar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Rusal akan berinvestasi besar di Indonesia. Raksasa aluminium Rusia ini ternyata pernah menggandeng Antam untuk proyek smelter.
DPRD DIY meminta kredit macet UMKM terdampak bencana dipetakan agar penanganan debitur bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah dalam momentum Hapelnas 2026
Ikan besar misterius muncul usai banjir Nepal dan tersebar di Bihar. Pemerintah melarang warga mengambil, menjual, dan memakannya.
UGM memberikan voucer makan gratis untuk 47 mahasiswa terdampak gempa NTT yang bisa diambil dua kali sehari selama masa darurat.