Merapi 30 Kali Gugurkan Lava Dalam Sepekan

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
31 Oktober 2021 03:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Meski masih dalam fase erupsi, terpantau tidak ada aktivitas guguran yang signifikan di Gunung Merapi dalam seminggu terakhir. Tidak teramati adanya guguran awan panas dalam sepekan, sementara guguran lava kurang dari 50 kali.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

“Guguran lava teramati sebanyak 30 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,8 km. Tidak teramati adanya perubahan morfologi baik kubah barat daya maupun kubah tengah yang signifikan. Volume kubah lava barat daya sebesar 1,6 juta meter kubik dan kubah tengah sebesar 2,9 juta meter kubik,” katanya, Sabtu (30/10/2021).

Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan dengan minggu lalu, yakni dua gempa Vulkanik Dangkal, satu gempa Low Frekuensi, 46 gempa Fase Banyak, 1.199 gempa Guguran, 93 kali gempa Hembusan dan 82 gempa Tektonik (TT). Jumlah gempa Tektonik yang cukup tinggi pada minggu ini tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi.

BACA JUGA: Canggih! Pinjol Ilegal Ini Berkedok Jadi Koperasi

“Intensitas curah hujan sebesar 31 mm/jam selama 35 menit di Pos Ngepos pada tanggal 27 Oktober. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” kata dia.

Meski tidak ada peningkatan signifikan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status Gunung Merapi masih Siaga, dengan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya.