Vaksinasi Anak Direncanakan Langsung Menyasar Siswa SD

Ilustrasi. - Freepik
03 November 2021 08:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY akan langsung menggelar vaksinasi ke sekolah-sekolah dasa (SD) setelah dibolehkannya vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. Sementara untuk dewasa vaksinasi dosis pertama ditarget selesai akhir bulan ini.

“Saya kira nanti kita akan buka sentra-sentra vaksin di sekolah . Sekolah itukan sudah enak dipakai sentra vaksin ada tempatnya, ada petugasnya para guru, lalu internet biasaya sudah ada. Saya kira lewat sekolah-sekolah walaupun  tidak semua sekolah, nanti satu sekolah dan sekitarnya karena SD itukan berdekatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, di Kompleks Kepatihan, Selasa (2/11/2021).

Baskara Aji mengapresiasi dibolehkannya usia 6-11 tahun untuk divaksin terlebih usia tersebut sebagian besar adalah usia SD yang sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Menurut informasi yang dia peroleh vaksin Sinovac untuk anak sudah melalui penelitian dan sudah tidak menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imuniasai (KIPI) yang berlebihan.

“Kita ini juga khawatir karena pembelajaran tatap muka kan dimulai dari anak-nak SD ada usia 7 dan 6 tahun. Dengan adanya ketentuan anak usia itu boleh vaksin saya kira sangat bagus. Kalau sudah dibolehkan saya kira tinggal implementasinya,” ucap Baskara Aji.

Untuk teknis vaksinasi, Baskara Aji menyatakan tidak jauh berbeda dengan vaksin orang dewasa terutama remaja yang diselenggarakan di sekolah-sekolah karena lebih mudah memobilisasi sasaran vaksinasi.

Ketua Tim Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi menambahkan, dengan dibolehkannya anak untuk menerima vaksin Covid-19 akan menambah target sasaran vaksinasi. Pihaknya belum mengetahui data pasti jumlah anak usia 6-11 tahun yang menajdi sasaran vaksinasi, namun data tersebut sudah ada di Dinas Pendidikan kabupaten dan kota sehingga sangat mudah untuk pendataan, “Prinsipnya kami siap melaksanakan terhadap ketentuan itu, tingga kami data dulu sasarannya,” kata Sumadi.

Sementara itu untuk sasaran awal vaksin Covid-19 sebanyak 2,8 juta orang, termasuk usia 12-18 tahun yang sebagian besar adalah pelasar SMP dan SMA serta sederajat. Sumadi mengklaim sasaran untuk pelajar SMA dan SMK sudah mencapai hampir 90%. Namun jumlah pastinya dia belum mengetahui.

Vaksinasi untuk pelajar SMA dan SMK dipercepat capaiannya karena menjadi syarat untuk menggelar PTM minimal siswanya sudah mendapatkan vaksin dosis pertama 80%. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY per 15 September lalu dari total 144.763 siswa SMA dan SMK sudah tervaksin sebanyak 104.614 siswa atau 72%.

Data siswa yang sudah divaksin terus bertambah dari jam ke jam karena vaksinasi dilakukan dari berbagai pihak baik melalui pemerintah maupun pihak swasta. Pihak sekolah terus memperbaharui data siswa yang sudah tervaksin kemudian direkap dan dilaporkan ke Disdikpora DIY.

Sumadi mengatakan tanpa menunggu capaian vaksin untuk dewasa yang diatrget selesai akhir bulan ini untuk dosis pertama, vaksinasi untuk anak 6-11 tahun akan segera dilakukan setelah ada keputusan dari Kementerian Kesehatan dan kiriman vaksinnya.

“Tambahan ini apa yang diperintahkan kita laksanakan termasuk untuk siswa. Anak usia 6-11 tahun itu usia SD akan lebih mudah, nanti disentralkan di sekolah-sekolah lebih enak asal logistik bahan Sinovac ada,” ujar Sumadi.

Adapun vaksinasi secara umum sampai 1 November 2021 untuk dosis pertama sudah mencapai 93,33% dari total sasaran 2.879.699 orang. Tertinggi Jogja 100%, kemudian disusul Sleman 86,93%, Kulonprogo 83,65%, Bantul 78,24%, dan Gunungkidul 74,90%.