Pemkot Jogja Akan Petakan Kasus Covid-19

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. - Harian Jogja/Heroe Poerwadi
03 November 2021 12:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja tengah menganalisis dan memetakan keadaan penanganan Covid-19 di wilayahnya. Pemetaan yang dilakukan itu akan melihat tingkat dan kasus aktif per pekan, tingkat kesembuhan beserta grafik, maupun tingkat konfirmasi harian guna memperluas kebijakan penanganan Covid-19 yang lebih optimal.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 harian di wilayah setempat memang masih berada di rentang terkendali yakni rata-rata di bawah lima kasus per hari. Kondisi ini terjadi sejak beberapa pekan lalu seiring dengan turunnya level PPKM di DIY.

Hanya saja, Heroe mengakui jumlah kasus aktif Covid-19 masih cukup signifikan yakni berada di angka 53 kasus per Selasa (2/11/2021) kemarin. Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga belum stabil. Sepekan terakhir, sejak 23 Oktober sampai 1 November jumlah kasus sembuh tertinggi berada di angka 12 kasus pada 24 Oktober lalu.

"Jumlah kasus memang masih di bawah lima rata-rata harian, tapi kasus sembuhnya yang belum signifikan tingginya. Jadi kasus aktif naik namun pertumbuhan kasus tetap di bawah lima, hanya dalam beberapa terakhir ini yang sembuh ada sedikit," kata Heroe, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: Menkes Budi Sebut Masyarakat Tak Respons Terhadap Suspek Covid-19

Dia menyebut, analisis dan pemetaan kasus Covid-19 menjadi penting untuk membuat kebijakan antisipasi guna menghindari ancaman gelombang ketiga Covid-19. Apalagi menjelang akhir tahun dan adanya pelonggaran di sejumlah sektor, membuat pemerintah mesti membuat terobosan kebijakan yang komprehensif.

"Soal akhir tahun, ancaman terhadap gelombang ketiga itu kan masih berpotensi, makanya di PPKM level 2 bahwa pembatasan itu perlu dilakukan. Makanya kita jangan berpikir bahwa pandemi itu sudah hilang," katanya.

Heroe menjelaskan, pengindentifikasian kasus Covid-19 saat ini tengah dijalankan oleh Dinas Kesehatan Kota Jogja. Petugas nantinya akan melihat latar belakang dan kondisi pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di wilayah itu secara detail. Berdasarkan pengamatan sementara, kasus konfirmasi Covid-19 biasanya cenderung terjadi pada warga yang belum mendapat vaksinasi Covid-19, memperoleh suntikan vaksin dosis pertama, penyintas Covid-19 maupun mereka yang sudah divaksin dua kali.

"Jadi nanti akan dipetakan dulu siapa dan bagaimana mereka yang kena Covid-19 pada satu bulan terakhir, tujuannya buat data, bahwa kita akan tahu data orang yang kena itu seperti apa, apakah memang yang belum vaksin, perjalanan, kontak erat, itu kan perlakuannya akan beda-beda. Nanti akan jadi rekomendasi aksi kita terhadap kebijakan ke depan," ungkapnya.

Sudah Mulai Pendataan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan, pendataan kepada pasien Covid-19 di wilayah setempat telah dimulai sejak jumlah kasus melandai beberapa pekan lalu. Secara akurat, pihaknya akan melihat rincian pasien Covid-19 yang terkonfirmasi itu.

Saat ini, Emma menyatakan bahwa pendataan sudah masuk ke tahap kajian dan pengumpulan data. Status dan data vaksinasi warga nantinya juga bakal jadi acuan untuk melihat efektivitas program vaksin dalam mengendalikan kasus pandemi Covid-19. "Sekarang masih terus kita kaji. Data-data warga yang terkonfirmasi akan kita cek silang dengan data vaksin untuk melihat perkembangannya di lapangan," kata dia.