GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Iustrasi Universitas Gadjah Mada. /Ist- Dok UGM
Harianjogja.com, SLEMAN-Rombongan dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengalami kecelakaan tunggal di Tol Cipali, saat dalam perjalanan ke Jakarta, Kamis (4/11/2021), pukul 4.00 WIB. Dekan Fakultas Peternakan UGM I Gede Suparta Budi Satria meninggal dalam kejadian itu.
Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, menjelaskan rombongan yang terlibat dalam kecelakaan selain I Gede Suparta, meliputi Ali Agus, Hanim dan satu sopir, yang ketiganya kini dirawat di rumah sakit. "Detail kronologisnya seperti apa belum ada, kita masih syok," ujarnya, Kamis (4/11/2021).
Baca juga: UGM Berduka: Rombongan Fakultas Peternakan UGM Kecelakaan di Cipali, Dekan Meninggal Dunia
Berdasarkan info yang didapat sejauh ini, rombongan tersebut hendak ke Jakarta untuk suatu acara pekerjaan. Bagaimana kondisi ketiga korban luka lainnya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi.
Mendiang I Gede Suparta akan disemayamkan di Balairung Kamis (4/11/2021) pukul 15.00 WIB. I Gede Suparta yang sebelumnya di posisi Wakil Dekan Fakultas Peternakan belum lama menjabat Dekan Fakultas Peternakan, menggantikan Ali Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah isu Pratikno sakit dan mundur dari jabatan Menko PMK. Pemerintah juga belum berencana reshuffle.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kapolda dan Pangdam bisa dimutasi jika gagal mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.
Polres Bantul menyiagakan 120 personel untuk mengantisipasi Karhutla di tengah ancaman kemarau lebih kering akibat El Nino.
Sebanyak 297 lansia di Kecamatan Magelang Tengah lulus Sekolah Lansia. Program ini membekali peserta agar tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.