Advertisement

Klaster Takziah Bikin Covid-19 di Sleman Melonjak

Abdul Hamied Razak
Kamis, 04 November 2021 - 20:37 WIB
Bhekti Suryani
Klaster Takziah Bikin Covid-19 di Sleman Melonjak Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Penurunan level PPKM di Sleman ke level 2 justru memunculkan lonjakan kasus baru Covid-19 di Bumi Sembada. Hingga kini Pemkab Sleman mencatat empat kalurahan di Sleman kembali masuk zona merah. Jumlah tersebut belum termasuk klaster takziah Sedayu Bantul.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengeluarkan peta epidemologi kkasus Covid-19 di Sleman per 31 Oktober. Jika pada 17 Oktober hanya satu kalurahan yang masuk zona merah (Caturtunggal), maka berdasarkan peta 31 Oktober jumlah kalurahan zona merah bertambah menjadi empat kelurahan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Masing-masing kalurahan Caturtunggal (Depok), Mororejo (Tempel), Sinduharjo (Ngaglik), dan Umbulharjo (Cangkringan). Penambahan tersebut terjadi hanya kurun waktu dua pekan. "Jadi saat ini tercatat empat kalurahan berada di zona merah atau 4,7 persen," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmaladewi, Kamis (4/11/2021).

BACA JUGA: Sebelum Meninggal, Vaneesa Angel dan Bibi Ardiansyah Bahas soal Kematian

Diakuinya, kasus baru Covid-19 dalam beberapa hari terakhir di Sleman mengalami peningkatan. Penambahan kasus terjadi salah satunya akibat klaster takziah di Bantul. Pada Rabu (3/11/2021) misalnya terdapat penambahan sebanyak 37 kasus dan sebagian besar hasil tracing klaster takziah. "Tapi semuanya menjalani isolasi mandiri di rumah," kata Evi.

Menurut Evi, berdasarkan informasi dari Dinkes Sleman klaster takziah Bantul ini ditemukan di empat kapanewon. Mulai Minggir Gamping, Seyegan dan Moyudan. Masing-masing wilayah (awalnya) ditemukan satu orang yamg positif dari klaster takziah di Sedayu Bantul tersebut.

"Jadi kejadiannya 30 Oktober kemarin dan sekarang sudah ditangani. Sejak awal kasus, Puskesmas di masing-masing wilayah melakukan tracing. Ini sudah sesuai dengan SOP," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Cahya Purnama mengakui jika sedikitnya terdapat 12 orang warga Sleman yang masuk dalam klaster takziah ini. "Awalnya ada 4 orang yang positif Covid-19 dan saat ini sudah isoman dan sudah ditracing tidak ada perluasan kasus," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan untuk Cari Korban Gempa

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement