Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Pengunjung di Pantai Kuwaru Bantul. - ist/Pemda DIY
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp773 miliar. Nominal itu nantinya akan disumbangkan dari pajak daerah sebesar sekitar Rp409,4 miliar, sementara sisanya berasal dari retribusi daerah dan sumber pendapatan lain.
Kepala Bidang Pelayanan dan Penetapan BPKPAD Bantul, Anggit Nur Hidayat menjelaskan, sektor pariwisata tetap memberi kontribusi pendapatan bagi daerah, tetapi bukan menjadi penopang utama. Hal ini karena struktur PAD Bantul ditopang beberapa komponen, seperti pajak daerah, retribusi daerah, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
“Kalau dibilang andalan tunggal, pariwisata tidak. PAD itu komponennya banyak,” kata Anggit, Sabtu (10/1/2026).
Ia mengungkapkan, retribusi daerah secara nominal memang cukup besar, tetapi sebagian besar berasal dari retribusi jasa umum, khususnya pelayanan kesehatan. Dari total target retribusi sekitar Rp330 miliar, kontribusi jasa layanan kesehatan mencapai kurang lebih Rp265 miliar. Sementara retribusi jasa usaha, termasuk pariwisata, porsinya relatif kecil.
Menurut Anggit, sektor pariwisata di Bantul saat ini menghadapi tantangan kebocoran retribusi, terutama setelah tersambungnya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Selama ini, Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) berada di utara jalur lama, sedangkan di kawasan JJLS Bantul belum memiliki TPR permanen.
“Karena belum ada TPR permanen, masih mobile. Akibatnya banyak jalan alternatif atau jalan tikus yang dilalui pengunjung sehingga tidak membayar retribusi,” ujarnya.
Kondisi tersebut berdampak pada optimalisasi pendapatan wisata. Pemkab Bantul masih mengkaji titik yang paling tepat untuk pembangunan TPR permanen agar potensi kebocoran dapat ditekan. Harapannya, pembangunan TPR tersebut sudah bisa direalisasikan sehingga pemungutan retribusi menjadi lebih jelas dan tertutup dari celah kebocoran.
Kepala BPKPAD Bantul, Istirul Widilastuti menyatakan, tantangan utama PAD 2026 adalah optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang ada, terutama dari pajak daerah. Upaya yang dilakukan antara lain melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, termasuk penguatan penagihan.
Untuk sektor pariwisata, menurut Istirul, ruang menaikkan tarif retribusi sudah sangat terbatas. Saat ini tarif retribusi wisata di Bantul telah berada di angka Rp15.000 per orang. “Tidak mungkin terus menaikkan tarif. Strateginya bukan itu, tapi bagaimana menarik lebih banyak wisatawan agar kunjungan meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.