Pemkot Jogja Bakal Lakukan Skrining Acak Covid-19 Murid dan Guru

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
06 November 2021 10:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 berencana melakukan skrining acak terhadap peserta didik dan guru di tiap sekolah. Skrining pada sekolah yang telah menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini sebagai upaya memastikan tidak ada penularan kasus.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, motode skrining menggunakan tes cepat antigen. Pemeriksaan pada peserta didik dan guru dilakukan untuk mendeteksi dan memastikan tidak ada penularan kasus Covid-19 dalam pelaksanaan PTM di Kota Jogja.

“Sekarang masih dalam persiapan," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Kamis (4/11)."Pelaksanaannya akan dilakukan di semua sekolah."

Tidak hanya pada peserta didik dan guru, skrining juga rencananya menyasar petugas layanan umum dan petugas yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19. "Misalnya aparatur sipil negara yang bertugas di layanan umum, personel Satuan Polisi Pamong Praja atau personel keamanan di Malioboro," kata Heroe.

BACA JUGA: Tol Jogja-YIA Kembali ke Desain Awal, Ini Permintaan Sultan

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, skrining acak akan bisa dilaksanakan pada bulan November ini. Skrining dimulai dari peserta didik dan guru. "Akan dipilih 30 peserta didik dan tiga guru atau pendidik di tiap sekolah sebagai sampel yang akan menjalani tes cepat antigen," kata Emma.

Skrining acak ini berlaku untuk jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA atau sederajat. Rencananya, pemeriksaan ini akan berjalan rutin. Sehingga nantinya peserta didik dan guru yang menjadi sampel dari tiap sekolah terus berubah. Perkiraan ada 1.000 sampel dalam skrining peserta didik dan guru ini.

Adapun petugas yang memeriksa berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas yang berada di wilayah sekolah berada. "Kami tentunya siap. Tinggal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk pelaksanaannya," kata Emma.