Gunungkidul Genjot Aksi Bergizi, Targetkan Generasi Bebas Stunting
Gunungkidul perkuat Aksi Bergizi di sekolah. Remaja putri jadi fokus cegah anemia dan stunting.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO--Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja mengingatkan masyarakat untuk mengendalikan laju mobilitas dan menaati protokol kesehatan seiring dengan longgarnya sejumlah sektor di masa PPKM level 2 ini. Kenaikan kasus Covid-19 pada awal November sudah terlihat sehingga masyarakat diminta untuk lebih ketat melaksanakan protokol kesehatan.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, tingkat pertumbuhan kasus Covid-19 perlahan sedikit meningkat di awal November ini. Padahal, sejak Agustus hingga Oktober lalu, tingkat kasus harian selalu rata-rata di bawah lima dan kini secara fluktuatif kasus harian berada di atas angka lima setiap harinya.
BACA JUGA : Cegah Klaster, Prokes PTM TK & SD Harus Lebih Ketat
"Pertumbuhan kasus di awal November ini memang ada kenaikan sedikit dan beberapa menyentuh di atas lima. Kemudian jumlah orang yang dirawat baik itu di rumah sakit, selter, atau isolasi mandiri dalam lima hari terakhir itu naik juga, semula 43 sekarang ada 55," kata Heroe, Sabtu (6/11/2021).
Dia mengatakan, belum diketahui secara jelas apakah kenaikan kasus yang masih dalam taraf terkendali ini merupakan imbas dari pelonggaran berbagai sektor atau bukan. Namun begitu berdasarkan riwayat, para pasien yang terkena Covid-19 itu merupakan mereka yang berasal dari kontak erat serta belum teridentifikasi riwayat kasusnya.
"Karena memang tingkat kesembuhan tidak sama jumlahnya dengan kasus baru. Tapi secara umum masih dalam rata-rata yang masuk dalam kasus yang masih bisa dikendalikan," ujar Heroe.
Di sisi lain, risiko sebaran kasus berdasarkan peta epidemiologi juga menunjukkan bahwa satu kelurahan meningkat statusnya menjadi klasifikasi zona oranye. Per akhir pekan ini jumlah kelurahan yang masuk zona hijau ada sebanyak lebih dari 22 kelurahan dan sisanya kuning serta satu oranye. Sementara, 50 persen hijau dan 50 persen lainnya masuk dalam klasifikasi zona kuning.
"Kalau dari kasus di posko RT, semula sebaran kasus ada di 17 RT dan sekarang ada di 19 RT yang ada kasus, ini yang kita waspadai," ujarnya.
BACA JUGA : Sultan Ingatkan Masyarakat Taat Prokes
Sekretaris Sat Pol PP Kota Jogja, Hery Eko Prasetyo mengatakan, warga hendaknya mengikuti aturan sesuai dengan rekomendasi yang diturunkan pada PPKM level 2. Kegiatan-kegiatan yang bersifat pengumpulan massa memang telah diperbolehkan namun harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk pula kawasan wisata, restoran serta fasilitas publik lainnya, mesti menerapkan protokol kesehatan dengan lebih optimal.
"Termasuk kita minta warga untuk kalau memang tidak ada sesuatu yang tidak perlu sekali, kurangi mobilitas, karena memang kan ada beberapa kota yang mengalami kenaikan juga saat ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perkuat Aksi Bergizi di sekolah. Remaja putri jadi fokus cegah anemia dan stunting.
Realisasi investasi Bantul Triwulan I 2026 mencapai Rp149,47 miliar atau 31,43 persen target RPJMD, menyerap 969 tenaga kerja dari 858 proyek.
Disbud Kabupaten Sleman menyiapkan hibah alat musik senilai Rp393,4 juta yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY untuk 13 kelompok seni pada 2026.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pakar IT mengungkap 14 kebiasaan digital sehari-hari yang dapat membuat perangkat cepat rusak dan rentan diretas, mulai dari password lemah hingga WiFi publik.