Sultan Ingatkan Masyarakat Taat Prokes

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
05 November 2021 10:27 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Adanya peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir membuat Pemda DIY terkejut.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengingat saat ini DIY masih berada di PPKM level 2.

"Mengingat saat ini masih diberlakukan PPKM, itu ditaati. Saya berharap prokes secara ketat dijaga. Karena ini masih pandemi. Sekarang, Yogya kan sudah penuh, kita harus hati-hati," kata Sultan, Kamis (5/11/2021).

Untuk mengatasi kemungkinan terus meningkatnya pasien positif Covid-19, Pemda DIY mengimbau kepada semua pihak untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, meskipun saat ini DIY masuk dalam level 2.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir telah menjadi perhatian khusus dari Pemda DIY. Di mana, Pemda DIY meminta agar semua pihak terus berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Sekolah, pertemuan tatap muka menjadi perhatian kami. Kehati-hatian harus terus dijalankan oleh baik guru, kepala sekolah dan sejumlah pihak. Penerapan protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan," kata Aji, Kamis (4/11).

Khusus, untuk kegiatan tatap muka di sekolah, Aji meminta kepada orang tua siswa untuk bisa bekerja sama dengan pihak sekolah dan satgas Covid-19 tingkat sekolah. Di mana, siswa yang terindikasi sakit, diharapkan untuk tidak masuk sekolah.

"Kantin juga kami mohon untuk tutup, tidak usah buka. Siswa silakan bawa minum sendiri, enggak usah beli di kantin,"terang Aji.

Begitu juga untuk kegiatan sosial seperti takziah, pernikahan dan sejumlah kegiatan sosial lainnya, Aji meminta semua pihak untuk kembali mengetatkan protokol kesehatan.

"Untuk takziah bisa dibatasi yang datang, begitu juga acara pernikahan bisa dilakukan secara drive thrue,rapat juga jumlah peserta dibatasi. Yang jelas harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Begitu juga dengan satgas yang ada harus bekerja keras untuk pengawasan dan penerapan protokol kesehatan," pinta Aji.

Di sisi lain, diakui oleh Aji, selama PPKM level 2, ada sejumlah kesulitan dalam pengawasan penerapan protokol kesehatan, utamanya dalam aktivitas pariwisata, resto dan perhotelan. Sebab, aktivitas pariwisata saat ini sudah berjalan masif.

"Kita lihat hunian hotel saat ini sudah mulai pulih, tempat wisata di mana-mana sudah penuh, begitu juga dengan orang jualan makanan. Untuk itu, kami meminta kepada pengelola dan pelaku wisata dan usaha untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi standar operasional prosedur yang ada," ucap Aji.