Tiga Kapanewon di Kulonprogo Jadi Sasaran Program Kampus

Kondisi terkini Waduk Sermo, di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Dok.
07 November 2021 23:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kabupaten Kulonprogo dinilai menjadi tempat yang ideal untuk mengaplikasikan festival agrowisata dan industri kreatif. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) memilih tiga wilayah sebagai lokasi yakni Kapanewon Samigaluh, Kokap, serta Sentolo, untuk pengembangan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Gatot Sugiharto mengatakan program PHP2D merupakan wujud kepedulian mahasiswa maupun universitas dalam memberikan kontribusi dalam pembangunan desa. "Tahun ini kami mendapatkan hibah PHP2D di Kulonprogo. Ada tiga kelompok yang kami salurkan di tiga titik yaitu di Samigaluh, Kokap dan Sentolo," kata Gatot, Minggu (7/11/2021).

Setelah program PHP2D di tiga kapanewon ini selesai, diharapkan bisa dilanjutkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Desa (P3D) yang merupakan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan desa menuju tahap paripurna.

Lurah Sukoreno, Olan Suparlan mengatakan guna peningkatan ekonomi masyarakat jajarannya berencana mengembangkan program yang telah dilaksanakan oleh tim UAD dan UST sampai tingkat keluarga. "Program ini juga mendukung kami dalam merintis Desa Wisata Sukoreno menuju Desa Budaya Mandiri pada 2022," kata Olan.

Pendampingan agrowisata sayuran organik dari UAD dan pendampingan UMKM kerajinan dari UST mampu mewujudkan dan mendukung program Pemkab dalam gerakan menanam pangan di pekarangan (Gempar) serta Bela Beli Kulonprogo.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengapresiasi sumbangsih dan peran kemahasiswaan membangun dan mengembangkan sumber daya desa di Bumi Binangun melalui sejumlah program. "Meksipun kecil, kami menilai sumbangsih dari kedua perguruan tinggi ini sangat luar biasa bagi masyarakat, dan sangat menginspirasi khususnya untuk memperbaiki perekonomian masyarakat desa," kata Sutedjo.