Cegah Meluasnya Klaster Takziah, Ini yang Dilakukan Satgas

Ilustrasi. - Freepik
08 November 2021 08:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul melakukan percepatan testing, tracing, dan treatmen atau 3T untuk mencegah klaster takziah di Kapanewon Sedayu Bantul terus meluas.

“Klaster takziah di Sedayu kita seriusi. Pemkab bersama dinas didampingi TNI Polri kencang melakukan testing, tracing, dan treatmen kepada semua kontak erat kaitan klaster Sedayu,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Joko Budi Purnomo, Minggu (7/11/2021).

Joko mengaku sudah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP didampingi Babinsa dan Babhinkamtibmas di masing-masing kalurahan untuk melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dalam kaitannya penegakan protokol kesehatan.

BACA JUGA : Klaster Takziah di Sleman Kini Sudah Menyebar di 7 Kecamatan, Terbanyak Godean

Selain itu, Dinas Kesehatan Bantul juga akan melakukan tes PCR secara acak ke beberapa sekolah untuk memastikan ada dan tidaknya penularan Covid-19 di sekolah lain selain di Sedayu. Menurut Joko, penularan Covid-19 di Sedayu bukan klaster sekolah, melainkan klaster takziah, karena diawali dari warga yang melayat kepada warga yang meninggal dunia dan diketahui warga meninggal tersebut positif Covid-19, namun pemakamannya tidak dilakukan sesuai prokes.

Joko tak mendetailkan jumlah warga Bantul yang tertular dari klaster takziah Sedayu, namun secara umum, warga Bantul yang positif Covid-19 per 6 November 2021 sebanyak 139 orang dan terbanyak adalah Sedayu 49 orang.

Klaster Sedayu, lanjut Joko, juga menyebar ke beberapa kapanewon, seperti Kapanewon Kasihan, Pajangan, Srandakan, Bambanglipuro, Sewon, bahkan kemungkinan bisa menyebar ke Kapanewon Bantul, “Kapanewon Bantul akan dilakukan tracing karena ada salah satu gurunya [yang mengajar di SMKN 1 Sedayu] tinggal di Kapanewon Bantul,” ujar Joko.

BACA JUGA : Dinkes Bantah Klaster Takziah Menyebar ke Gunungkidul

Selain menyebar di Bantul, klaster takziah Sedayu juga menyebar ke Kabupaten Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Penularan Covid-19 dari klaster tersebut sudah ditangani oleh masing-masing Pemkab. Joko memastikan upaya testing, tracing, dan treatmen terus dilakukan, “Bagi yang diketahui positif diminta untuk isolasi,” ucap Joko.