PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul melakukan percepatan testing, tracing, dan treatmen atau 3T untuk mencegah klaster takziah di Kapanewon Sedayu Bantul terus meluas.
“Klaster takziah di Sedayu kita seriusi. Pemkab bersama dinas didampingi TNI Polri kencang melakukan testing, tracing, dan treatmen kepada semua kontak erat kaitan klaster Sedayu,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Joko Budi Purnomo, Minggu (7/11/2021).
Joko mengaku sudah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP didampingi Babinsa dan Babhinkamtibmas di masing-masing kalurahan untuk melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dalam kaitannya penegakan protokol kesehatan.
BACA JUGA : Klaster Takziah di Sleman Kini Sudah Menyebar di 7 Kecamatan, Terbanyak Godean
Selain itu, Dinas Kesehatan Bantul juga akan melakukan tes PCR secara acak ke beberapa sekolah untuk memastikan ada dan tidaknya penularan Covid-19 di sekolah lain selain di Sedayu. Menurut Joko, penularan Covid-19 di Sedayu bukan klaster sekolah, melainkan klaster takziah, karena diawali dari warga yang melayat kepada warga yang meninggal dunia dan diketahui warga meninggal tersebut positif Covid-19, namun pemakamannya tidak dilakukan sesuai prokes.
Joko tak mendetailkan jumlah warga Bantul yang tertular dari klaster takziah Sedayu, namun secara umum, warga Bantul yang positif Covid-19 per 6 November 2021 sebanyak 139 orang dan terbanyak adalah Sedayu 49 orang.
Klaster Sedayu, lanjut Joko, juga menyebar ke beberapa kapanewon, seperti Kapanewon Kasihan, Pajangan, Srandakan, Bambanglipuro, Sewon, bahkan kemungkinan bisa menyebar ke Kapanewon Bantul, “Kapanewon Bantul akan dilakukan tracing karena ada salah satu gurunya [yang mengajar di SMKN 1 Sedayu] tinggal di Kapanewon Bantul,” ujar Joko.
BACA JUGA : Dinkes Bantah Klaster Takziah Menyebar ke Gunungkidul
Selain menyebar di Bantul, klaster takziah Sedayu juga menyebar ke Kabupaten Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Penularan Covid-19 dari klaster tersebut sudah ditangani oleh masing-masing Pemkab. Joko memastikan upaya testing, tracing, dan treatmen terus dilakukan, “Bagi yang diketahui positif diminta untuk isolasi,” ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter tambah 4 perjalanan Jogja-Palur selama libur sekolah, total 31 trip per hari. Penumpang diprediksi naik.
BMKG ingatkan suhu dingin saat musim kemarau 2026. Warga Jateng diminta waspada dampak kesehatan dan kekeringan.
Gunung Semeru erupsi dengan awan panas guguran sejauh 4,5 km. Status masih siaga, warga diminta waspada.
Sultan HB X bertemu Dubes Chile bahas kerja sama pendidikan, budaya, hingga sister province antara Jogja dan Chile.
Roy Suryo dan Dokter Tifa ditangkap Polda Metro Jaya. Kuasa hukum Refly Harun protes dan soroti prosedur hukum.