Pesisir Selatan Bantul Diterjang Gelombang Pasang, Puluhan Warung Tergenang

Sejumlah warung dan rumah warga di Pantai Samas, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, yang tergenang air laut akibat gelombang pasang, Minggu (7/11/2021) malam. - Istimewa/Dokumen Warga Samas
08 November 2021 19:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Gelombang pasang menerjang Pesisir Selatan Bantul, Minggu (7/11/2021) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi puluhan warung makan dan rumah di Pantai Samas, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, dan Pantai Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, sempat tergenang air laut.

Salah satu warga Pantai Samas, Tri Jarwanto, mengatakan gelombang pasang mulai datang sekitar pukul 20.00 WIB dan surut sekitar pukul 23.00 WIB. Air laut naik ke daratan hingga 200 meter dari garis pantai. Akibatnya, sejumlah warung dan rumah yang berada di kawasan pantai sekitar 150 meter dari bibir pantai langsung tergenang.

BACA JUGA: Kronologi Tawuran Maut Stepiro Vs Sase di Bantul: Berhadapan Naik Motor & Bersenjata Tajam

Gelombang pasang cukup tinggi terjadi di palung yang cukup lebar, sehingga gelombang menerjang hingga lebih dari 200 meter dari garis pantai. “Warung dan rumah warga kemasukan air bersama dengan pasir yang dibawa oleh gelombang,” katanya, Senin (8/11/2021).

Seusai gelombang pasang, warga Pantai Samas pada Senin bekerja bakti, bergotong-royong membersihkan jalan dari pasir yang dibawa gelombang pasang, serta membersihkan rumah dan warung milik warga yang tak luput dari pasir.

Lurah Srigading, Prabowo Sugondo, mengatakan ada puluhan rumah dan warung di wilayah Pantai Samas yang diterjang gelombang pasang. “Bahkan ada sejumlah barang dagangan dan ternak milik warga yang hanyut terseret gelombang ke laut,” ujar Prabowo.

Meski demikian, tidak ada kerusakan yang parah pada rumah dan warung yang terkena terjangan gelombang pasang. “Rumah dan warung hanya tergenang air laut dan pasir yang terbawa air laut. Beberapa jam setelah kejadian, air langsung surut. Pada Senin pagi warga bergotong-royong membersihkan pasir yang masuk ke rumah dan warung,” ucap Prabowo.

Tidak hanya terjadi di Samas, terjangan gelombang pasang air laut juga menerjang beberapa warung di Pantai Depok, Parangtritis. Seorang warga Pantai Depok sekaligus pemilik warung makan di pantai tersebut, Dardi Nugroho mengatakan gelombang pasang menerjang di sekitar landasan pacu pesawat yang berada di sisi timur Pantai Depok.

Menurut dia, Minggu malam itu palung cukup lebar terpantau berada di selatan landasan pacu pesawat sehingga yang paling terdampak gelombang pasang ada di sekitar landasan pacu pesawat. “Bangunan warung milik karang taruna yang berada di sisi selatan landasan pacu pesawat hancur diterjang gelombang pasang,” ujar Dardi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli mengatakan berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, gelombang pasang air laut pantai selatan masih akan terjadi sampai beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, jajarannya mengimbau warga yang tinggal di pesisir selatan untuk selalu waspada. “Terutama yang tinggalnya di sekitar bibir pantai,” kata Agus Yuli.