Pemkab Alokasikan Rp3,2 Miliar untuk Normalisasi Dua Tanjakan di Gunungkidul

Seorang pengendara melintas di papan peringatan tentang penutupan jalan untuk normalisasi Tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero, Ngawen. Rabu (10/11/2021) - Harian Jogja/David Kurniawan
11 November 2021 08:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) melakukan normalisasi dua tanjakan di kawasan utara Gunungkidul. Total anggaran untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalanan menanjak ini mencapai Rp3,2 miliar.

Adapun lokasi normalisasi antara lain Tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero, Ngawen dan tanjakan yang menghubungkan Kalurahan Hargomulyo dengan Sampang di Kapanewon Gedangsari. Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, normalisasi kedua tanjakan dilaksanakan mulai 22 Oktober lalu dan ditargetkan selesai di akhir Desember mendatang.

Menurut dia, meski ada dua proyek, namun pengerjaannya masuk dalam satu paket. Total anggaran untuk normaliasi mencapai Rp3,2 miliar. Diharapkan proses pengerjaan berjalan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu. “Masih proses dan mudah-mudahan tidak ada masalah dalam program normalisasi ini,” kata Yana, sapaan akrabnya kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Ia menjelaskan, upaya normalisasi dilakukan untuk mengurangi tingkat kemiringan jalan sehingga akses bisa lebih aman dan potensi rawan kecelakaan dapat dikurangi. Sebagai contoh, sambung dia, di Tanjakan Bundelan dilakukan pengeprasan jalan sekitar satu meter. Adapun tujuannya agar tingkat kemiringan jalan bisa lebih landai.

Baca juga: Kota Jogja Butuh Vaksin Covid-19 untuk 40.000 Anak Usia 6-11 Tahun

“Selain itu juga ada perbaikan jalan di sekitar jalur yang dinormalisasi,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Rustanto mengatakan, jalur di Tanjakan Bundelan sangat ekstrem karena tingkat kemiringannya yang curam. Selain itu, badan jalan juga relatif sempit sehingga membutuhkan normalisasi. “Saya sudah lama usul adanya normalisasi. Salah satunya pengeprasan agar tanjakan tidak ekstrem lagi,” kata Eko.

Menurut dia, dengan kondisi jalur yang sangat miring maka rawan kecelakaan. Sejumlah kecelakaan sudah sering terjadi hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Kondisi jalan dengan tingkat kemiringan ekstrem ini, semakin berbahaya karena sebagai jalur masuk Gunungkidul dengan jarak tempuh paling cepat. Akibatnya, saat pengendara menggunakan aplikasi online untuk penunjuk arah akan diarahkan lewat jalur ini.

“Jelas sangat berbahaya bagi sopir yang tak kenal medannya. Jadi, saya sangat mendukung adanya normalisasi di jalur ini agar risiko kecelakaan dapat dikurangi,” kata politikus Demokrat ini.