Ada Anomali di Laut Pasifik! Ini Penyebab Curah Hujan di DIY Naik hingga 60 Persen

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
12 November 2021 18:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Intensitas hujan cukup besar terjadi saat ini dikarenakan adanya Lanina lemah yang sudah terdeteksi sejak Oktober lalu atau saat DIY memasuki awal musim hujan, dan berpotensi menjadi Lanina sedang pada Desember hingga Februari, saat DIY berada pada puncak musim hujan.

Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja, Reni Kraningtyas, menjelaskan fenomena ini ditandai dengan adanya anomali suhu muka laut Pasifik Tengah melebihi ambang batas kejadian Lanina, -0,63 derajat celcius.

Kemudian pada akhir Oktober, suhu muka laut tersebut semakin minus menjadi -0,83 derajat celcius. “Di bawah -1 derajat masuk dalam kategori Lanina lemah. Menjelang puncak hujan dan awal tahun, diperkirakan akan menjadi Lanina moderat atau sedang, dengan ambang batas lebih -1 derajat,” ujarnya, Jumat (12/11/2021).

BACA JUGA: Update 12 November 2021: Kulonprogo Mendominasi Kasus Baru Covid-19 DIY

Fenomena ini akan berdampak pada penambahan intensitas curah hujan. Kalau ada fenomena Lanina yang terjadi berbarengan masuknya awal musim penghujan, penambahan intensitas hujan mencapai 60% dibanding curah hujan normal atau rata-rata. Jika fenomena ini berlanjut sampai Desember-Februari penambahan intensitas curah hujan fluktuatif, 20-60% dari intensitas normal.

Potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi sebagai dampak dari fenomena ini. “Kalau potensi bencana dari awal masuk musim penghujan sampai November sudah ada potensi. Tanah longsor, angin kencang, apalagi mendekati puncak musim penghujan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan fenomena Lanina sebenarnya sudah biasa terjadi, termasuk tahun lalu, 2020, Lanina juga terjadi. Lanina juga bukan penyumbang terbesar cuaca ekstrem, karena curah hujan terbesar terjadi di DIY pada 2017, dipicu oleh adanya Badai Cempaka. Pada waktu itu, intensitas hujan bisa mencapai 300 mm per hari, yang pada kondisi normal, jumlah itu adalah jumlah total dalam sebulan.