Awasi Prokes & Cegah Kenakalan Pelajar, Satpol PP DIY Terjunkan Tim ke Sekolah

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
16 November 2021 13:37 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY mulai menerjunkan tim untuk memantau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayahnya, Selasa (16/11/2021).

Selain memantau penerapan protokol kesehatan (prokes) ke sekolah, Satpol PP DIY juga memastikan para pelajar tidak membawa senjata tajam saat PTM digelar.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan ada sebanyak 20 personel yang mulai Selasa (17/11/2021) diturunkan ke sekolah setingkat SMA dan sederajat. Mereka tidak hanya memastikan penerapan prokes ketat saat PTM berjalan, akan tetapi juga memastikan jika para pelajar tidak membawa senjata tajam di tas dan sepeda motor.

"Karena tujuannya tidak hanya penerapan prokes, tapi juga mencegah terjadinya klithih. Jadi anggota kami periksa tas dan sepeda motor mereka untuk memastikan tidak ada senjata tajam dan benda-benda berbahaya," kata Noviar, Selasa (17/11/2021).

Menurut Noviar, karena dilakukan acak, maka tidak ada jadwal resmi kapan saja tim mendatangi sekolah-sekolah. Meski demikian, Noviar menargetkan setiap hari ada sebanyak 3 sampai 4 sekolah akan didatangi oleh personil Satpol PP DIY untuk memastikan prokes diterapkan ketat dan mencegah adanya klitih.

Baca juga: Siap-Siap Banyak Razia Lalu Lintas, Ini Fokus Polresta Jogja

"Pemantauan ini mulai kami lakukan hari ini. Kepada siswa dan orang tua kami imbau agar jujur. Jika ada yang positif untuk istirahat dan menjalani isolasi mandiri. Ke sekolah dan masyarakat kami juga minta prokes benar-benar diterapkan," ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengakui telah meminta bantuan kepada Satpol PP DIY untuk melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah. Tidak hanya dalam hal penerapan prokes, personel Satpol PP DIY juga akan melakukan upaya preventif mencegah adanya klitih dan tawuran pelajar. Salah satunya adalah dengan menggelar razia barang-barang yang dibawa oleh para pelajar.

"Kami sudah minta ke Satpol PP dan mereka sudah menyanggupi," jelasnya.

Didik juga telah meminta kepada sekolah memberikan banyak aktivitas positif untuk mengurangi aktivitas yang negatif, seperti ekstra kurikuler. Di samping itu, Disdikpora juga telah meminta kepada organisasi antar-OSIS di wilayahnya untuk ikut mendukung menekan keberadaan geng pelajar.

"Tapi kan kalau kejadiannya di luar jam dan lingkungan sekolah kan agak sulit. Tidak mungkin teman-teman OSIS ini bisa mengawasi terus teman-temannya," tandas Didik.