Bandara YIA Dikepung Pahlawan

Pameran Karya Seni Rupa 7 bertema The New Hero di Bandara YIA Kulonprogo Yogyakarta - Ist
16 November 2021 15:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Banyak wajah tokoh dan interpretasi sosok pahlawan dari para seniman berjejer rapi dan nyeni di Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Ada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan anaknya Gibran Raka B. Ada Presiden Gus Dur dan anaknya Yeni Wahid, Presiden Soeharto, Presiden oekarno, bahkan ada sosok Butet Kertaradjasa, sosok seniman Nasirun, Cak Nun, Gus Baha dan bahkan sosok Kwan Kong yang  seram itu, semuanya ada di ruang pamer ruang tunggu YIA.

Pameran Karya Seni Rupa #7 bertema The New Hero di Bandara YIA Kulonprogo Yogyakarta 16 November-15 Desember 2021 ini terlaksana berkat kerjasama PT Angkasa Pura 1 Yogyakarta dan Dini Art Manajemen.

Sebanyak 28 seniman yang bergabung memberi makna tersendiri terhadap sosok pahlawan kekinian yang ada dalam lukisan itu. Bahkan ada seniman Virgoza dan Riyanto yang menampilkan sosok Soimah, artis serba bisa asal Bantul, sebagai pahlawan juga.

"Saya melihat bahwa sosok Soimah memberikan kontribusi bagus bagi anak anak muda untuk mengikutinya menjadi sinden dan berbuat baik serta menjaga martabatnya,"kata Seniman mozaik kain Riyanto dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (16/11/2021). 

Ia menjelaskan lukisan Soimah dibuat dengan kain perca halus yang dikumpulkan dari berbagai penjahit dan fashion deaigner kondang. "Semoga ketokohan soimah menjadi magnet banyak anak muda mengikutinya dalam berprofesi maupun menapaki kehidupan" kata Riyanto.

Sementara itu PTS General Manager PT Angkasa Pura 1 Yogyakarta, Agus Pandu Purnama berharap kehadiran "The New Hero" di bandara YIA dapat memberikan gambaran bahwa jika seseorang ingin dikenang maka harus berbuat baik dan membuat monumantasi prestasi adalah sebuah keharusan. 

"Selamat menikmati para sejarah dan perjalanan hidup para pahlawan dengan cara kekinian" lanjutnya.

Taufik Ridwan CEO Dini Art Manajemen menilai keberadaan banyak tokoh yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan mekipun tidak ada pengakuan resmi dari masyarakat atau negara, tetap menarik untuk diikuti jejaknya. "Pokoknya pahlawan itu adalah jiwa-jiwa yang ada pada setiap insan Indonesia," kata dia. 

Peserta pameran yang tergabung dalam kegiatan itu di antaranya Imron Syafii, Andi Wahono, Hayatudin, Hari Gita, Ridwan Nur, Edi Maesar, Tofan M Ali Siregar, Jesaya Jery, Dani King Heriyanto, Suci Umanah, Sabar Jambul, Iin Risdawati, M Andi Dwi, Dwi Haryanto, Andi Sules, Joni Antara, Oktavianus Bakara, Dedi Supriyadi, Noto D, Slamet S, Ansori Klaten, Riyanto Demak, Ahmad Alwi, dan Virgoza. *