Sambut Nataru, Pelaku Wisata Sleman Siap Perketat Prokes

Wahana atraksi stand up peddle di Embung Kaliaji./Antara - Hendra Nurdiyansyah)
18 November 2021 10:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pelaku wisata di Sleman menyiapkan diri untuk menyambut libur panjang natal dan tahun baru (Nataru). Selain menggelar sosialisasi dan promosi, pelaku wisata juga berkomitmen untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan (prokes) di destinasi wisata.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Agung Sasongko mengatakan pelaku wisata dari berbagai asosiasi di Sleman sudah menyiapkan diri untuk menyambut liburan Nataru. Hanya saja mereka meminta baik wisatawan maupun pelaku wisata untuk menerapkan prokes secara ketat.

"Jadi wisatawan yang datang harus melengkapi persyaratan seperti vaksinasi, aplikasi PeduliLindungi. Sebab semua destinasi wisata di Sleman juga menerapkan persyaratan yang sama. Kami sudah sosialisasikan ini dan kami harapkan ini dapat dipatuhi bersama," kata Agung usai Sarasehan dan Dialog Pelaku Wisata Jateng, Jatim, dan DIY bertajuk Pemulihan Pariwisata di masa Pandemi PPKM Level 2, Rabu (17/11).

BACA JUGA : Taman Pintar Akan Dibuka, Pengunjung Di Bawah 12 Tahun

BPPS, kata Agung, akan terus melakukan sosialisasi dan promosi wisata Sleman dengan menggandeng berbagai pihak. Salah satunya dengan Urban Hotel Management, Travel Agent dan Badan-badan promosi dari daerah lainnya. Di Sleman, kata Agung, terdapat 14 destinasi wisata yang beroperasi sesuai dengan standar prokes yang ditetapkan pemerintah.

"Di Sleman dari banyak destinasi, hanya 14 sudah mengantongi izin setelah melewati proses verifikasi. Jadi penerapan prokesnya sudah tentu dilaksanakan. Ini yang kami promosikan," katanya.

Agung meyakini, saat Nataru jumlah wisatawan yang datang akan melebihi target. Predisiknya didasarkan pada banyaknya kunjungan wisatawan setiap akhir pekan. "Kunjungan wisatawan saat liburan pasti over kapasitas. Contohnya di Tebing Breksi, awalnya target kunjungan 1.500 orang nyatanya bisa melebihi. Nah, di sini pentingnya penguatan prokes saat libur Nataru nanti agar tidak menimbulkan klaster baru," katanya.

Ketua Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Sleman, Joko Paromo mengatakan destinasi wisata di Sleman sudah beroperasi dengan penerapan protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat. Hal ini dilakukan agar seluruh pihak baik pengelola objek wisata maupun wisatawan tetap merasa aman berwisata pada masa pandemi Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali pariwisata di Sleman. Apalagi puluhan objek wisata telah tersertifikasi CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). "Kami akan terus mengutamakan prokes. Ini harus dijalankan sehingga wisatawan yang datang juga merasa aman dan nyaman," jelasnya.

Menghadapi libur Nataru, Joko berharap pertimbangan satuan gugus tugas Covid-19 apabila akan mengadakan acara. Sebab saat itu diprediksi jumlah wisatawan yang datang akan meningkat sehingga pengawasan prokes juga perlu diperketat. "Kami juga masih menunggu perintah dari pusat. Kebijakan saat Nataru seperti apa," jelasnya.

Kepala Dinas Periwisata Sleman Suparmono mengatakan dibukanya 14 pariwisata di Sleman diharapkan dapat kembali membangkitkan pariwisata Sleman. Apalagi ke 14 destinasi yang dibuka sudah memenuhi CHSE. "Tinggal bagaimana penerapan prokesnya di destinasi wisata. Wisatawan kami harapkan selalu disiplin menerapkan prokes. Begitu juga dengan pengelola destinasi wisatanya," katanya.