Pemkot Magelang Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Pengangkatan Anak
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih/Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, JOGJA - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih akhirnya angkat bicara terkait dengan aksi pemuda berinisial DRS,24, warga Pundong, Bantul yang ditetapkan menjadi tersangka usai menjual perabotan rumah milik ibunya. Bahkan, DRS sempat hendak menjual genting rumah.
"Itu fenomena unik. Ada anak mencuri barang milik orangtuanya sendiri," kata Halim di Kepatihan, Kamis (25/11).
Meski demikian, Halim mengaku menyerahkan proses hukum tersebut kepada aparat kepolisian. Menurut Halim, proses hukum sejatinya tidak bisa dilakukan jika orangtua dari DRS ada keridhoan dan tidak mempermasalahkan perbuatan anaknya. "Tapi kalau orang tua tidak ridho ikhlas ya berakibat hukum," imbuhnya.
BACA JUGA : Pasca Ditangkap karena Jual Perabotan Rumah, DRS Kirim
Terkait kondisi ibunya DRS, Halim mengaku masih akan melakukan pengecekan. "Nanti saya akan minta informasi info perkembangan kasus ini seperti apa," jelasnya.
Sebelumnya, pria asal Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul berinisial DRS,24, mengaku nekat jual perabotan rumah milik ibunya dan bahkan hendak menjual genting rumah, karena pendapatannya sebagai driver ojek online atau ojol minim.
Uang hasil penjualan itu digunakan DRS untuk makan sehari-hari dan untuk menyenangkan sang pacar yang baru dia kenal beberapa bulan ini.
"Sama buat cewek saya. Ceweknya ada 1 pak. Itu rumahnya di Jawa Timur, Ngawi. Itu waktu kenalan di pintu masuk SLB Giwangan," katanya.
DRS juga kerap membelikan makanan, tas, hingga baju. Kepada polisi, DRS juga mengakui bahwa dirinya hendak menjual genting. Meski sudah dipersiapkan tetapi genting tersebut akhirnya tidak jadi dijual.
Selama di tahan, DRS mengaku merenungi perbuatannya. Dia pun menyesali apa yang dia perbuat selama ini. Meski dia tidak menampik bahwa sangat mencintai sang kekasih.
BACA JUGA : Anak yang Nekat Jual Perabotan dan Genting Rumah
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan DRS ini menjual satu persatu perabotan milik ibunya. Ditaksir, kerugian mencapai Rp30 juta.
Sementara, ibunya DRS, Paliyem yang sudah tidak tahan dengan kelakuan sang anak. Kemudian dia memutuskan melaporkan sang anak untuk memberikan efek jera. Polisi pun menetapkannya DRS sebagai tersangka karena alat bukti dinilai cukup.
Ihsan mengatakan pihaknya tetap akan memproses kasus ini. Namun, apabila sang ibu berubah pikiran dan mencabut laporan maka kasus akan dihentikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.