Penanganan Lansia Jadi Prioritas Dinas Sosial DIY

Dinas Sosial DIY menggelar sosialisasi terkait dengan penanganan kemiskinan yang digelar di Balai Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Kamis (25/11/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
26 November 2021 02:37 WIB Media Digital Kulonprogo Share :

Dinas Sosial melalui Balai Panti Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Jogja menggelar sosialisasi mengenai program yang dimiliki balai terkait dengan penanganan warga lanjut usia (lansia) di wilayah DIY. Sosialisasi dinilai menjadi upaya penting yang harus dilakukan oleh Dinsos DIY mengenai keberadaan balai yang berperan penting dalam penanganan lansia.

Pekerja sosial Balai Panti Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Jogja, Sri Hartinnovmi, mengatakan sosialisasi ditujukan kepada sejumlah stakeholder yang ada di Kapanewon Pengasih terkait dengan penanganan lansia. Sekitar 40 orang dihadirkan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar di Balai Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, pada Kamis (25/11/2021).

"Kegiatan sosialisasi yang kami lakukan pada hari ini bertujuan agar masyarakat, khususnya di wilayah Kulonprogo mendapatkan informasi mengenai balai dan program yang balai miliki. Kami hadirkan pihak dari kapanewon, kalurahan, penyuluh sosial masyarakat (pensosmas)," kata Sri Hartinnovmi pada Kamis.

Menurut Titin, sebutan akrab Sri Hartinnovmi, sosialisasi yang dilakukan oleh jawatannya juga dilakukan untuk mendorong pelayanan yang baik dan maksimal terkait dengan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang selanjutnya disingkat PPKS.

"Pelayanan lansia di wilayah Kulonprogo berdasarkan pengetahuan dan klien kami dari keluarga yang memiliki anggota keluarga yang lansia sebenarnya cukup tinggi. Walaupun, ada beberapa kasus lansia tidak terurus oleh keluarga," kata Titin.

"Hal demikian wajar karena keberadaan lansia di DIY itu cukup tinggi. Terlebih lansia di DIY itu sekitar 20 persen dari jumlah penduduk. Akhirnya, tidak semua lansia itu bisa dirawat oleh keluarga. Penelantaran lansia itu ada empat faktor. Di antaranya, faktor sosial, psikologis, spiritual, dan ekonomi," sambung Titin.

Lebih lanjut, ketika disinggung mengenai kapasitas Balai Panti Sosial Tresna Werdha (BPSTW), total mencapai 224 unit. Terdiri dari dua program. 18 unit pelayanan berbayar sebesar Rp2 juta. Sisanya lansia dibiayai oleh Pemda DIY melalui Dinsos DIY.

"Biasanya ada daftar tunggu untuk masuk ke Balai Panti Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Jogja. Kami sering penuh (kapasitas). Tapi, karena dengan adanya lansia yang meninggal dunia jadi bisa diisi oleh lansia yang sudah mengisi daftar tunggu," ungkap Titin.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD DIY RM Sinarbiyat Nujanat, mengatakan penanganan lansia di wilayah DIY merupakan tanggung jawab bersama antara Pemda DIY, DPRD DIY, dan masyarakat umum. Di sisi lain, pengentasan kemiskinan juga harus menjadi prioritas Pemda DIY, dalam hal ini Dinsos DIY.

"Angka kemiskinan di wilayah DIY masih cukup tinggi. Saya kira fakta tersebut harus menjadi perhatian secara serius dari dinas. Masyarakat yang butuh perhatian dari DPRD juga bisa mengajukan program permohonan melalui anggota dewan dari dapilnya masing-masing," terang Sinarbiyat Nujanat. (ADV)