Dispar Bantul Terapkan Tiket Elektronik Murni di 2023

QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Jumali\\r\\n
28 November 2021 11:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pariwisata Bantul akan menerapkan pembayaran tiket masuk objek wisata di Bantul melalui tiket elektronok atau e-tiketing murni pada 2023 mendatang khusus untuk objek wisata pantai. Penggunaan e-tiketing untuk meminimalisir kebocoran pemasukan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu juga demi keamanan di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan penggunaan tiket elektronik melalui Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) yang bekerjasama dengan Bank BPD DIY saat ini sudah dilakukan namun masih minim penggunaannya, atau hanya kurang dari 3%.

“Kami mendorong penggunaan cashless [non tunai untuk pembelian tiket wisata] 2022. Kalau capaian 2022 harapan bisa mencapai 75 persen kalau sekarang masih dibawah 3 persen. Tiap liburan sudah digunakan, tapi hari biasa jarang digunakan. Paling tidak pada 2023 mendatang sudah e-tiketing murni” kata Kwintarto, Minggu (28/11).

Wisatawan harus mengunduh terlebih dahulu aplikasi QRIS, kemudian memindai kode QR yang dipasang di pintu masuk objek wisata atau Tempat Pemungutan Retribusi (TPR). Untuk menghindari adanya antrean kendaraan masuk wisata, kata Kwintarto, kode QR bisa juga dikalungkan oleh petugas TPR kemudian petugas berjalan mendekati wisatawan masuk ke dalam bus-bus pariwisata atau mendekati kendaraan wisatawan.

Lebih lanjut Kwintarto mengatakan saat ini kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Bantul terutama wisata pantai sudah mendekati normal atau sekitar 90% selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2. Kondisi tersebut sudah hampir sama dengan kondisi di hari biasa.

“Kalau dibandingkan selama PPKM Level 2 relatif normal di angka 90 persen relatif tinggi seperti sebelum pandemi tapi belum 100 persen,” ucap Kwintarto. Namun demikian terkait adanya PPKM level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membuatnya pesimistis target PAD tercapai.

Saat ini PAD dari pariwisata sudah mencapai sekitar Rp10 miliar. Pihaknya menargetan PAD Rp14 miliar sampai akhir tahun. Namun dengan adanya pemberlakuan PPKM level 3 selama Nataru capaian Rp4 miliar diakuinya sangat sulit, “Dari sekarang sampai akhir tahun prediksi kami dapat Rp2 miliar,” ujar Kwinatrto.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul yang mebidangi pariwisata, Wildan Nafis, sebelumnya mendorong Dinas Pariwisata untuk menerapkan e-tiketing di objek wisata pantai. Dorongan tersebut untuk meminimalisisr adanya kebocoran PAD. “Saya tidak menuding selama ini ada kebocoran namun pembayaran uang tunai berpotensi adanya kebocoran. Maka kami dorong untuk segera menerapkan e-tiketing,” kata dia.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyatakan selama ini sudah ada alat untuk pembayaran tiket non tunai sehingga tinggal kemaunan dari Dinas Pariwisata untuk menerapkannya, “Selain untuk menghindari kebocoran juga untuk keamanan karena tidak ada lagi uang tunai, semua cashless,” ucap Wildan.